Elektabilitas Joko Widodo Tetap Unggul

0
352

Jakarta, namalonews.com- Di dalam tahun politik, segala sesuatu gampang berubah. Kondisi selalu dinamis. Tak ubahnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tak hanya menjajaki koalisi dengan Partai Gerindra untuk mengusung  Prabowo Subianto. Namun, Elit politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga membenarkan mengusung Mantan Panglima Jenderal Purnawirawan TNI Gatot Nurmantyo dalam pilpres tahun 2019.

Dalam keterangannya, Mardali Ali Sera, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan komunikasi dengan Gatot Nurmantyo berjalan terus sebagaimana yang dilakukan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Bahkan Partai Keadilan Sejahtera berusaha melakukan komunikasi dengan berbagai pihak.

“Dengan siapa pun itu. Justru kalau kita tidak bertemu dengan pihak-pihak terkait itu akan menjadi aneh. Karena komunikasi politik apalagi di tahun politik seperti sekarang ini merupakan keniscayaan bagi partai politik,” terang Mardani kepada media, Senin, 16/04/2018.

Dalam keterangannya lebih lanjut, Mardani belum menjelaskan kapan mengetahui secara pasti Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera akan mendeklarasi calon pendamping Prabowo Subianto pada pilpres 2019 dari deretan nama-nama kandidat kader PKS yang telah tersiar.

Namun demikian, menyikapi informasi terkait, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid berargumen belum yakin kalau Prabowo Subianto  akan maju sebagai kandidat calon presiden 2019. Karena selama ini belum didaftarkan, namun peluang ini masih tetap ada.

Lebih lanjut beliau menjelaskan, keraguan tidak akan majunya Prabowo Subianto pada pemilihan presiden nanti bukan hanya datang dari Partai Keadilan Sejahtera saja, namun juga dari partai-partai yang lain. “Semua juga menyadari sebelum didaftarkan ke Komisi Pemiluhan Umum (KPU), jadi semuanya masih mungkin berubah dan secara definitive juga Pak Prabowo Subianto belum menyatakan dirinya maju sebagai calon Presiden,” terangnya pada media. “Pak Prabowo Subianto siap kalau diberi mandat namun dirinya belum mengatakan siap sebagai calon presiden,” tambah Nurhidayat.

Menyikapi hal terkait, belum ada yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum, karena Komisi Pemilihan Umum memang belum membuka pendaftaran. Namun tradisi dinamika yang terjadi di tahun politik, termasuk di dalamnya pencalonan Gatot Nurmantyo merupakan peristiwa yang wajar. Karena pemilhan presiden di tahun politik merupakan hajatan besar yang harus disikapi dengan matang dan kondusif.

Menyinggung perihal capres dan cawapres dalam tahun politik kali ini, tentunya tak lepas dari elektabilitas dari pelbagai kandidat. Hasil Survei oleh Media Survei Nasional yang dilakukan pada tanggal 24 Maret hingga 06 April 2018, menyimpulkan Joko Widodo merupakan kandidat terbanyak.

“Pada hasil kali ini, elektabilitas tertinggi masih pada Pak Joko Widodo, yakni sebesar 36,2 %,”  terang Median Sudarto, Direktur Riset Survei Nasional Indonesia di Jakarta, Senin, 16/04/2018 pada media.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here