Presiden Trump Khawatir Terhadap Rusia

0
171

Jakarta, namalonews.com- Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebutkan khawatir jika menerapkan sanksi tambahan yang berlebihan terhadap Rusia. Presiden Trump menduga Presiden Vladimir Putin akan menolak bernegosiasi untuk perangi ekstremisme, pengawasan penggunaan internet, dan lain-lain jika AS menjatuhkan sanksi berlebihan terhadap Rusia.

Berawal dari kekhawatiran tersebut, Presiden AS Trump menunda untuk memberlakukan sanksi tambahan terhadap Rusia. The Washington post melaporkan bahwa Presiden Trump telah menghentikan rencana untuk menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan terhadap Rusia.

Amerika Serikat, dikabarkan, telah melakukan berbagai tindakan yang mempengaruhi Rusia selama ini. Di antaranya, Diplomat Rusia diusir dari AS dan menjatuhkan sanksi terhadap 24 warga Rusia. Pemberian sanksi itu tidak terlepas dari kasus keracunan mantan mata-mata Rusia di Inggris.

Selain itu, Rusia dituduh berperan besar dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat. Namun, tuduhan ini telah dibantah oleh Rusia.

Presiden Trump diisukan telah mengungkapkan keprihatinannya terkait hubungan antara Amerika dan Rusia. Disebutkan, jika pemerintahan Trump tidak mengantisipasi dan lebih waspada, maka ketegangan antara Washington dan Moskow dapat meningkat kepada konsekuensi yang paling berbahaya.

Namun, Amerika Serikat menegaskan bahwa pemerintahan Trump tetap akan menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan terhadap Rusia. Dikabarkan, Presiden Trump akan menjatuhkan sanksi tersebut dalam waktu dekat.

Selama ini, Presiden Trump memberikan kritik kepada Presiden Putin usai beredarnya dugaan keterlibatan Rusia dalam serangan gas beracun di Suriah. Presiden Putin diisukan telah mendukung Assad.

Amerika Serikat mengklaim bahwa mereka memiliki bukti keterlibatan Rusia dalam pasukan Suriah yang melakukan serangan senjata kimia mematikan pada 7 April.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikki Haley menyebut bahwa Gedung Putih sedang mempersiapkan sanksi baru untuk Rusia. Gedung Putih menilai bahwa Rusia mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk menggunakan gas kimia yang mematikan itu.

Namun, Dubes AS untuk PBB tersebut dikabarkan tidak mengetahui secara detail terkait sanksi tambahan Presiden Trump terhadap Rusia. Disebutkan pula, Haley telah memutuskan untuk keluar dari polemik yang melibatkan negaranya dan Rusia.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here