Uni Eropa Bentangkan Tali Perdamaian Dalam Kasus Suriah

0
146

Jakarta, namalonews.com- Uni Eropa disebutkan telah membangkitkan kembali proses perdamaian untuk menjembatani konflik yang merebak di Suriah. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini menegaskan PBB harus didorong lebih kencang lagi untuk segera meluncurkan proses politik yang sedang terjadi di Suriah.

“Saya melihat bahwa ada kebutuhan untuk mendorong segera meluncurkan kembali proses politik PBB pada saat ini,” kata Mogherini pada Senin (16/4/2018).

Di lain pihak, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menyebut bahwa negaranya sedang mencari bentuk lain untuk mengadakan dialog di tengah kebuntuan jalan keluar konflik Suriah di PBB. Maas menilai PBB hanya mampu menangani secuil konflik karena sepenuhnya soal keterlibatan negara sekutu.

Oleh karena itu, Maas menyebut bahwa konflik Suriah tidak dapat terpecahkan jika tanpa keterlibatan Rusia. Sebaliknya, Maas berharap Rusia harus terlibat memberikan jalan keluar yang konstruktif dalam menyelesaikan konflik Suriah.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menyebut serangan udara itu sesuatu yang tepat dilakukan. Johnson menambahkan bahwa sekarang bukanlah saatnya menggunakan senjata kimia dalam menangani setiap konflik.

Diinformasikan, para menteri luar negeri Uni Eropa gelar pertemuan ketika Amerika Serikat sedang mempersiapkan sanksi ekonomi tambahan terhadap Rusia yang adalah sekutu utama Suriah. Selain itu, Perancis juga mengimbau resolusi PBB untuk segera menyerukan babak baru dalam bernegosiasi politik.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok menegaskan kami harus terus mendukung untuk segera melakukan gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan melalui dewan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga akhirnya bisa mewujudkan proses perdamaian.

Sedangkan, Turki memilih diam dan tidak bergabung dengan negara mana pun terkait konflik Suriah dan kebijakannya di Wilayah ini berbeda dari Iran, Rusia, dan Amerika Serikat.

Hal itu pun disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag pada Senin (16/4/2018). Selain itu, Bozdag juga mengatakan bahwa Turki siap dan selalu bersedia untuk bekerja sama dengan negara yang membela. Membela, jelas Bozdag, adalah prinsip yang benar dalam menangani konflik di Suriah yaitu prinsip perdamaian.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here