Bangladesh Desak Dunia Tekan Myanmar Terkait Rohingya

0
183

Jakarta, namalonews.com- Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mendesak pemimpin dunia untuk melakukan tekanan lebih kepada Myanmar. Desakan ini untuk mempercepat proses pemulangan para pengungsi Rohingnya ke tempat kediamanan mereka.

“Pemimpin dunia harus beri tekanan lebih untuk Myanmar sehingga mereka memulangkan rakyat mereka. Myanmar sebelumnya telah mengatakan siap memulangkan, tetapi sejauh belum terwujud,” kata Hasina.

Pihak Bangladesh menyebut bahwa 8 ribu nama keluarga Rohingya yang terdaftar telah diserahkan ke pemerintah Myanmar. Namun, pemerintah Myanmar belum memutuskan untuk memulangkan para pengungsi sebagai yang terdaftar di Bangladesh tersebut.

Bahkan, Bangladesh bantah klaim Myanmar telah memulangkan 5 pengungsi Rohingya. Sebaliknya, Bangladesh menyebut bahwa kelima pengungsi tersebut tinggal di perbatasan antara ke dua negara tersebut.

Hasina juga mencium adanya rencana pemindahan 100 ribu pengungsi Rohingya ke Teluk Benggala yang tidak berpenghuni.

“Kami mengharapkan akan memindahkan mereka ke pulau. Kami telah menyediakan tempat yang lebih baik bagi mereka untuk berjuang mempertahankan hidup,” demikian Hasina

Bangladesh menjelaskan bahwa kampung para pengungsi Rohingya sangat rentan bencana dan ditambah pula musim hujan sekarang.

Namun, rencana relokasi Bangladesh ini menimbulkan kekhawatiran dari kelompok lembaga bantuan. Mereka khawatir para pengungsi Rohingya yang bakal direlokasi akan rawan terdampak penyakit. Selain itu, kelompok lembaga bantuan juga khawatir akan adanya praktik perdagangan manusia.

Sementara itu, Perwakilan Inggris dan Kanada akan segera melakukan penyeledikan terhadap kasus kekerasan dan kejam di Myanmar tersebut.

PBB mencatat bahwa 700 warga Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh. Pemerintah Myanmar dan militer diduga melakukan aksi pembunuhan dan pemerkosaan. Dan, PBB menyebut tindakan pemerintahan Myanmar dan militernya merupakan pembasmian etnis tertentu.

Sementara itu, Myanmar membantah tuduhan tersebut dengan tegas. Myanmar menyebut bahwa negaranya telah melakukan operasi kontra pemberontahkan yang sah. Bangladesh dan Myanmar telah menyepakati bahwa para pengungsi dari Rohingnya akan dipulangkan dalam 2 tahun.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here