DPR Desak Facebook Klarifikasi Kasus Pencurian Data

0
170

Jakarta, namalonews.com- Belum adanya klarifikasi yang jelas terkait kasus penggunaan data oleh pihak ketiga, Komisi I DPR Republik Indonesia mendesak facebook segera menyelesaikannya dalam satu bulan ke depan.

Anggota komisi I DPR RI Meutya Hafid meminta Facebook segera menyelesaikan proses auditnya dan hasil audit itu diserahkan ke pemerintah. Hal ini, lanjut Hafid, sebagai wujud tanggung jawab facebook terhadap kasus pencurian data pengguna oleh pihak ketiga yakni konsultan politik Cambridge Analytica.

“Harusnya facebook memberikan rasa aman kepada pengguna. Dan, facebook harus bisa memastikan keamanan tersebut,” kata Hafid pada Selasa (17/4/2018).

Desakan DPR tersebut untuk mengetahui modus di balik pencurian data tersebut. Sehingga, hasil audit facebook itu akan bisa diketahui dengan jelas untuk apa dan bagaimana langkah facebook untuk mengantisipasinya ke depan.

DPR memberikan jangka waktu satu bulan untuk menghindari terjadinya dampak negatif pada saat pilkada serentak.

Sementara itu, pihak facebook Indonesia mempertanyakan kenapa hasil audit internal belum juga diungkapkan. Karena, dua minggu waktu telah dihabiskan untuk mengudit penyalahgunaan data tersebut.

Kepala kebijakan Facebook Indonesia Rubben Hattari menjelaskan bahwa facebook belum menemukan bukti cambrigde analytica melanggar sertifikasi penghapusan data. Komisioner Informasi Inggris telah meminta facebook melakukan penundaan dalam mengaudit dan mencari fakta tertentu. Hal ini berlaku sampai penyelidikan komisioner Informasi Inggris kelar.

Hal ini berdampak pada pemerintah Indonesia, khususnya kementerian komunikasi dan informatika yang meminta hasil audit facebook terkait penyalagunaan data pengguna oleh Cambridge analytica. Dari 87 juta yang disalahgunakan, satu juta di antaranya merupakan pengguna facebook Indonesia.

Permintaan audit dari kominfo ini untuk mengetahui peruntukan data pengguna facebook dari Indonesia yang disalahgunakan. Mengingat, penyalahgunaan data tersebut diduga untuk kepentingan politik Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat pada 2016.

Namun, pihak Facebook belum memberikan pernyataan resmi kapan waktu yang tepat untuk mengungkapkan laporan hasil auditnya. Facebook menilai bahwa audit ini membutuhkan waktu yang begitu lama. Sehingga, pihak facebook tidak bisa menjamin dan memberikan kepastian terkait kapan pengungkapan hasil audit tersebut.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here