Ketua DPR: Polemik & RUU Penyiaran Segera Paripurna

0
400

Jakarta, namalonews.com- Bambang Soesatyo yang akrab dipanggil Bamsoet, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RepublikIndonesia (DPR RI), berharap agar rancangan undang-undang tentang penyiaran segera diparipurnakan dan disetujui menjadi Rancangan Undang-Undang (RUU) inisiatif DPR. Bambang Soesatyo menerangkan, perselisihan dan beda pendapat antara konsep single mux dan multi mux sudah segera selesai.

“Perselisihan yang terjadi antara pengguna system single mux dan multi mux sudah hampir rampung. Yang mana pada system single mux penguasaan frekuensi dan infrastruktur digitalnya dipegang sepenuhnya oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Televisi Republik Indonesia (LPP RTRI),” terangnya pada media di Jakarta, Selasa, 17/04/2018.

Seperti kabar yang beredar akhir-akhir ini, konsep single mux dan multi mux merupakan salah satu isu krusial yang sedang berhembus dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran. Hal terkait disampaikan Bambang Soesatyo saat menerima kunjungan dari Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI) di Jakarta, Selasa kemarin.

Lebih lanjut beliau menjelaskan, “Pada sistem multi mux, pengendalian frekuensi dikuasai oleh banyak pemegang lisensi yang beranggotakan perusahaan-perusahaan penyiaran swasta dan juga ada yang pemerintah,” terang Bamsoet.

Langkah selanjutnya, beliau bakal mengundang pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera mengundang Menkominfo Bapak Rudiantara guna menjelaskan konsep Hybrid multiplexing. Sistem ini merupakan sistem gabungan antara sistem single mux dengan sistem multi mux yang dipadu. Diharapkan dengan adanya sistem ini  bakal mendapatkan nilai plus yang akan diambil.

Lebih tegas, Bambang Soesatyo menerangkan campuran pada sistem ini sebagai solusi yang terbaik pada penyiaran. “Sudah terbentuk kesepakatan, solusi bahwa jangan sampai ada kerugian bagi industri pertelevisian yang berjalan sekarang ini. Kita tidak bisa menutup kesempatan pada pendatang baru maupun penguasaan mutlak oleh Negara,” tambah Bamsoet.

Beliau berharap, kepentingan ini bisa disatukan dalam solusi yang disebut hybrid. Rancangan Undang-Undang Penyiaran adalah inisitaif DPR. Semoga segera diselesaikan dengan cepat. RUU Penyiaran segera disahkan di sidang paripurna DPR.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here