Partai Demokrat: SBY dan Megawati Ganjalan Berkoalisi

0
308

Jakarta, namalonews.com- Dalam kondisi tahun politik yang tidak menentu, untuk menjalin agar kubu politiknya bersuara banyak, pelbagai jalan pendekatan dilakukan. Komunikasi politik dengan pelbagai partai politik ditempuh demi hubungan yang sinergis. Seperti yang dilakukan Ferdinan Hutahean, Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat ini.

Dalam keterangannya, partainya saat ini terus melakukan lobi dan komunikasi dengan semua partai politik. Termasuk dengan koalisi partai Presiden Joko Widodo. Hai ini dipandangnya penting untuk selain bersilaturahmi juga menjaga sinergitas antar partai di tahun politik dalam pelaksanaan pesta demokrasi pancasila.

Lebih jelasnya, Ferdinan, begitu panggilan akrabnya, mengakui ketegangan yang terjadi antara Ketua Umum Partai Demokrat yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi sedikit ganjalan. Dijelaskan lebih lanjut, hubungan yang terjadi antara Bu Mega dengan Susilo Bambang Yudhoyono masih juga belum cair.

“Sepertinya masih menjadi hambatan psikologis bagi kita untuk melakukan koalisi,” terangnya pada media, Selasa , 17/04/2018.

Ferdinan berharap seiring komunikasi politik yang terus berjalan antara kedua pihak, dengan sendirinya akan mengikis ketengangan yang terjadi.Tidak ada lagi ganjalan untuk berkoalisi. Ketegangan antara Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono bisa mencair dengan sendirinya.

Yakni dengan saling menghargai antara kubu masing-masing, biliau berharap bakal selesai kontak psikis yang dirasanya. “Tidak bisa Ibu Mega memimpin, saya bos’ tidak bisa juga. Karena ketua umum kami kan, bagaimanapun presiden Indonesia 10 tahun. Levelnya mau menempatkan beliau di atas yang lain, tapi tak bisa juga diperlakukan dengan gaya yang sepele,” terang Ferdinan.

Namun demikian, sampai dengan saat ini Partai Demokrat masih berusaha untuk membentuk poros ketiga dengan maksud untuk mengusung calon presiden yang di luar Joko Widodo ataupun Ketua Umum Parta Gerindra Prabowo Subianto.

Lebih lanjut Partai Demokrat harus melakukan dan melobi dengan partai lain untuk memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden sebesar 20 % dari kursi DPR. Jika Partai Demokrat sampai gagal dalam pencalonan untuk pembentukan poros ketiga, dan juga pemilihan presiden hanya mempertandingan Joko Widodo bertanding dengan Probowo Subianto lagi, Fernidan mensinyalir, Parti Demokrat kemungkinan akan bergabung dan berkoalisi dengan Joko Widodo yang dipandang sebagai kandidat terkuat saat ini.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here