Ditjen Pajak: Pendapatan Sudah Tinggi, Kenapa Masih Berbudaya Korupsi?

0
424

Jakarta, namalonews.com- Di Republik Indonesia tercinta ini segala sesuatunya telah diatur oleh undang -undang yang sifatnya mengikat. Sebagai warga negara Indonesia yang bijak dan taat hukum seyogianya harus tunduk dengan peraturan yang berlaku. Negara kita adalah negara hukum.  Di mana bumi dipijak, di situ langit bakal dijunjung.

Termasuk gaji bagi pegawai negeri sipil(PNS). Sesuai dengan peraturan yang berlaku, gaji seorang pegawai negeri sipil telah diatur oleh Kementerian Keuangan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 2015 tentang Perubahan Ketujuh Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1977 tentang Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Range atau besaran tentang gaji pegawai negeri sipil pun juga telah diatur dalam Kementerian Keuangan yang tercatat di dalam beleid tersebut. Termasuk di dalamnya tentang pegawai di perpajakan. Seperti berita yang kini muncul, Account Representative (AR) di kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka, Ramli Anwar.

Kenapa dengan Ramli Anwar? Rupanya gaji tinggi belum menjamin seseorang untuk bisa menikmatinya dengan saksama dan bebas dari perilaku pidana. Belum lama ini dia terkena operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh berwajib karena memeras wajib pajak (WP). WP tersebut bisa diperas dengan menderita kerugian sebesar Rp 50 juta yang merupakan dana pelicin untuk pelolosan pajak sebesar Rp 700 juta.

Informasi media yang diperoleh, Rabu, 18/04/2018, Ramli adalah pegawai negeri sipil golongan III a. Berdasarkan peraturan yang berlaku, maka gaji pokok yang ia terima sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015, paling rendah Rp 2.456.700 setiap bulannya. Dengan masa kerja 0 tahun. Sedangkan gaji yang paling tinggi diterima sebesar Rp 4.034.800 dengan masa kerja maksimal 32 tahun.

Bukan hanya mutlak gaji pokok. Namun ada lagi tunjangan yang lainnya yang diterima seorang Pegawai Negeri Sipil di Departemen Kementerian Keuangan. Masalah terkait tunjangan, diataur di dalam Peraturan Presiden(Perpres) Nomor 37 tahun 2015 tentang Tunjungan Kinerja Pegawai di Lingkungan Ditjen Pajak. Dan dalam posisi Account Representative ini ada lima tingkatan tunjangan kinerja yang didapatkan.

Dijelaskan, paling rendah adalah AR V sebesar Rp 12.316.500, AR IV sebesar Rp 12.686.250, AR III Rp 13.320.562, AR II Rp 13.986.750, dan paling Tinggi AR I Rp 14.684.812.

Kasus yang dialami Ramli Anwar terjadi saat beliau berada di depan sebuah kafe di Jalan Ahmad Yani Pangkalpinag, Bangka, sesaat setelah pelaku bertemu dengan korban. Tiba-tiba pihak berwajib segera datang dan sekaligus menangkapnya. Setelah digeledah, ditemukan uang sebesar Rp 50 juta sebagai barang bukti.

Menanggapi hal terkait, Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pajak menyayangkan peristiwa tersebut terjadi. “Gaji yang diterima pegawai perpajakan sudah lumayan tinggi, cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mestinya hal itu tidak perlu terjadi,” terangnya pada media Kamis, 19/04/2018.

Lebih lanjut beliu menambahkan, gaji pegawai negeri sipil perpajakan lebih tinggi dibandingkan dengan yang lainnya. Sebab tunjangan kinerja yang didapat jauh lebih besar.  Untuk meminamilisir hal serupa, program preventif pun sudah dilakukan yakni dengan adanya White Blower oleh Ditjen Pajak. Yaitu kemungkinan bagi siapa pun untuk melapor tanpa harus diketahui identitasnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here