Ekonomi India Mulai Terancam

0
182

Jakarta, namalonews.com- India mengklaim sebagai negara yang terdaftar teratas pada pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini. Namun, pertumbuhan ekonomi India tersebut terancam akan adanya gesekan atau perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Demikian disampaikan oleh ekonom senior Hugo Erken pada Kamis (19/4/2018). “India berpeluang besar akan dirugikan oleh benturan dan perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina.”

India, lanjutnya, akan terjatuh jika tetap menerapkan aturan dan kebijakan bea masuk.

“India berpotensi terjebak dan terjatuh ke dalam lubang pertengkaran perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina. Akan lebih rugi lagi jika India menerapkan kebijakan membalas bea masuk impor untuk Amerika Serikat dan Cina. Namun, skenario dipastikan tidak akan terlaksanakan,” katanya.

Selain itu, Managing Director Taurus Asset Management Gupta menyebut perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina tersebut akan berdampak pada sektor perdagangan global termasuk India untuk jangka pendeknya. Namun, perang dagang tersebut juga akan membawa keuntungan bagi India untuk jangka panjang.

“India sangat berpotensi mendapatkan keuntungkan di jangka panjang dari perang dagang tersebut. Hal ini disebut karena Cina dipaksa akan mengevaluasi kembali mata uangnya untuk tetap menjadi pemegang dominan di pasar dunia,” jelas Gupta.

Skenario tersebut, lanjut Gupta, dapat membuka peluang ekspor India untuk semakin kompetitif dari pada Cina. Gupta memprediksikan bahwa pertumbuhan ekonomi akan melonjak menjadi 7,4 persen  pada tahun fiskal ini.

Sedangkan untuk tahun fiskal berikutnya, pertumbuhan ekonominya diprediksi hanya berkisar 7,5 persen. Prediksi ini berada di bawah kisaran perkiraan Dana Moneter Internasional yakni 7,8 persen.

Sekedar mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi India melambat pada 2016. Hal ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah terutama terkait adanya pajak barang dan jasa. Namun, ekonomi India mulai bangkit pada 2017. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi India diprediksi akan terus melonjak pada 2018.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here