Gatot Nurmantyo, Elektabilitas Modal Utama Kandidat

0
509

Jakarta, namalonews.com- Dinamisme politik di tahun politik semakin menampakkan kentaranya. Tak bisa diprediksi secara akal sehat maupun naluri. Kini, kehadiran mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo sudah sejajar deengan pilar yang lainnya seperti Presiden Joko Widodo serta Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Jelas beliau perlu dan layak menjadi negarawan supaya tidak identic dengan kelompok alumni yang menamakan dirinya sebagai 212. Hal ini setelah nama dan reputasi dirinya semakin santer dalam bursa Pilpres tahun 2019.

Dalam hal ini Gatot Nurmantyo diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) maupun Partai Amanat Nasional(PAN). Prabowo Subianto dipertimbangkan oleh Gerindra, sedangkan Joko Widodo petahana diusung oleh Partai Golongan Karya(Golkar), Nasional Demokrasi(NasDem), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP), maupun Partai Persatuan Pembangunan(PPP).

Dari ketiga kandidat yang muncul setelah diadakan beberapa survey elektabilitas, Gatot Nurmantyo yang paling kecil. Dan sepertinya tidak bisa disejajarkan dengan kedua kandidat yang lain. Ingat, ini hanya survey.

Elektabilitas Joko Widodo berkutat pada kisaran 40 hingga 50 persen. Prabaowo Subianto antara 20 hingga 25 persen, sisanya Gatot Nurmantyo. Angka tersebut merujuk pada beberapa survey yang diadakan dari rentang bulan Desember 2017 hingga bulan April 2018 kini.

Terkait hasil survei yang beredar, Rico Marbun, Peneliti Media Survei Nasional berpendapat, Gatot Nurmantyo masih punya waktu untuk peningkatan elektabilitasnya. Sampai sebelum waktu pendaftaran Capres-Cawapres berlangsung masih ada waktu sekitar empat bulan.

Bisa juga yang dilakukan Gatot yaitu dengan mengintensifkan diri muncul di media massa, misalnya televise, koran, majalah maupun pelbagai media dalam jejaring social. Hal ini berpengaruh besar dalam peningkatan elektabiltasnya.

Itu bisa dilakukan dengan mulai berbicara tentang gagasan yang mau diusungnya mengenai Indonesia seperti agar masyarakat semakin tertarik dengan kompetensi yang dimilikinya. Seperti halnya relawan Gatot Nurmantyo sudah membentuk komunitas kondusif dalam meramaikan pesta demokrasi pilpres tahun 2019 dalam mengusung kubunya.

Juga Gatot Nurmantyo perlu melakukan safari politiknya ke pelosok tanah air. Sehingga dengan sendirinya elektabilitasnya bisa terangkat.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, jika serius beretikat menjadi calon presiden, harusnya Gatot Nurmantyo menunjukkan sikap negarawan.

Lebih lanjut Adi menilai agar Gatot lebih meningkatkan safari politiknya di tingkat baik elite maupun masyarakat tingkat bawah. Ini akan mendongkrak elektabilitasnya secara signifikan.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here