Nisbi, Kedekatan PKB dan PPP Pada Joko Widodo

0
380

Jakarta, namalonews.com- Tahun politik ikut membuat suhu politik di tanah air fluktuatif. Partai–partai politik kandidat peserta pemilu pun berlomba-lomba dalam mempesonakan kandidatnya. Berbagai jalan untuk berkomunikasi politik ditempuhnya. Kali ini, Politikus PKB dan PPP saling sindir menjelang pesta demokrasi tahun 2019.

Perihal partai mana yang sekiranya paling banyak memberikan kontribusi untuk pemerintahan pada cabinet Presiden Joko Widodo.

Jazilul Fawaid, wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) berpendapat bahwa Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan(PPP), Muhammad Romahurmuzily yang akrab dipanggil Romi, sengaja berusaha menjadi cawapres pada Joko Widodo. Hal ini dimaksudkan agar PPP tidak akan bubar. Dan menurut Jazilul, nasib Partai Persatuan Pembangunan berada di tangan Joko Widodo.

“Tidak cara lain kecuali saat ini Pak Romi bersama Joko Widodo. Kalau tidak, PPP akan bubar itu. Bisa bubar itu,” ujar Jazilul pada media di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 18/04/2018.

Lebih lanjut Jazilul menjelaskan bahwa PKB tidak akan mempermasalahkan manuver Romi untuk menjadi cawapres Joko widodo supaya PPP tetap akan bertahan. Namun demikian seyogianya PPP menyadari posisi dirinya sebagai partai politik baru dan koalisi dalam pemerintahan Joko Widodo. Karena PKB merupakan partner koalisi Bapak Joko Widodo dalam pesta demokrasi tahun 2014 silam yang selalu konsisiten dalam pendukungan.

“Dia satu-satunya partai islam yang dukung Pak Joko Widodo pada saat itu yaitu tahun pilpres 2014 silam. Hanya PKB dan semua sudah pada tahu PPP hanya belakangan,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Jazilul menganggap Romi tidak memberi kontribusi bagi Joko Widodo dalam menjalankan roda pemerintahannya dibanding dengan Partai Kebangkitan Bangsa. Justru sebaliknya, beliau menganggap pendekatan Romi hanyalah sekadar berswafoto bersama Joko Widodo. “Setahu saya pak Romi hanya berswafoto bersama presiden,” terang Jazilul.

Masih dalam keterangannya, Partai Persatuan Pembangunan di kementerian tidak berjalan secara optimal. Hal ini bisa tertilik dari kegagalan Menteri Agama, Lukmanul Hakim Saifuddin dalam menangkis pelbagai isu ketidakpihakan Joko Widodo dengan umat Islam di Indonesia.

Sementara itu, Arsul Sani, Sekretaris Jenderal kubu PPP, Jazilul berlebihan dalam mengapresiasi kedekatan Romi dengan Joko Widodo. Hanya untuk eksistensi Partai Persatuan Pembangunan di pemilu 2019 nanti. Dianggapnya, Jazilul layaknya dukun yang lagi memprediksi nasib pasiennya. “Pak Jazilul kayak dukun saja yang bisa menerawang bubar atau tidaknya suatu partai,” terang Arsul.

Sebaiknya Jazilul fokus saja dalam memperjuangkan Cak Imin menjadi cawapres Joko Widodo. Sebab Cak Imin bisa patah hati jika gagal menjadi calon wakil presiden dari Joko Widodo.

Lebih lanjut beliau tidak menerima jika kader PPP disebut tidak memberi kontribusi ke pemerintah pada kabinet Joko Widodo. Namum kader PKB tidak berkontribusi karena tidak pernah menjadi menteri terbaik di kabinet.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here