Puti Guntur Soekarno Kunjungi Pelaku UMKM di Kediri

0
326

Jakarta, namalonews.com- Calon Wakil Gubernur Jatim, Hj Puti Guntur Soekarno dalam kunjungan kampanyenya mengunjungi sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kampung Labu Madu yang terletak di Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (18/4/2018).

Puti mengaku senang bisa bertemu dengan warga di Kampung Labu Madu. Sebab banyak perempuan kreatif yang mampu melahirkan inovasi-inovasi. Mereka ikut membantu para suami dengan menyokong perekonomian rumah tangganya.

Di hadapan puluhan warga, wanita yang akrab disapa Mbak Puti itu mengatakan bahwa ekonomi kreatif saat ini paling banyak ada di sektor kuliner. Dan semua itu merupakan hasil buah tangan ibu-ibu yang selalu kreatif.

Puti menjelaskan, pertumbuhan perekonomian, terutama yang berasal dari sektor UMKM menjadi salah satu prioritas penting program yang diusungnya bersama dengan Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul.

Selain itu, kata Puti, perlu adanya pendampingan untuk pelaku UMKM. Saat ini, UMKM menyumbang 54,9 persen PDRB Jatim.

“Gus Ipul bersama saya mempunyai program Superstar kepanjangan dari Sentra UMKM dan Pengembangan Startup. Dari program ini, para pelaku UMKM akan diberi pelatihan baik dari peningkatan kualitas produk serta modernisasi kemasan,” jelas Puti.

Saat kampanye di Kabupaten Kediri ini, Puti juga melakukan safari ke Pasar Grosir Sayuran, di Pare. Cawagub nomor urut 2 ini didampingi Ketua DPRD Kabupaten Kediri Sulkani, Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri Sutrisno, Bupati Kediri Hariyanti Sutrisno dan Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Woro Reny Pramana.

Kedatangan cucu Bung Karno itu disambut meriah oleh para pedagang sayur. Mereka pun ramai-ramai mengantar Puti berkeliling mengunjungi stan-stan pedagang disana.

Selain di Kampung Labu Madu dan Pasar Grosir Sayuran, di Pare, dalam kegiatannya di Kabupaten Kediri Puti juga telah bertemu dan menggelar diskusi dengan Asosiasi Petani Tebu di PG Ngadirejo Kecamatan Ngadiluwih. Ia juga menyempatkan diri bertemu dengan pengrajin sepatu di Pare, serta menyambangi Pemancingan Anyelir Kampong Inggris.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here