Terlibat dalam Politik, Suster Ditahan di Filipina

0
144

Jakarta, namalonews.com- Seorang Biarawati asal Australia Patricia Fox (71) yang diduga terlibat dalam aktivitas politik ditahan di Biro Imigrasi Filipina pada Senin (16/04/2018).

Penahan ini dilakukan atas perintah Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Hari berikutnya, Suster Patricia Fox dibebaskan tanpa dijatuhi tuntutan.

Presiden Duterte menegaskan bahwa bukan militer yang menahan biarawati, tapi itu berdasarkan perintah. “Saya perintahkan tangkap dan tahan suster itu. Dan, lakukan investigasi karena suster itu diduga tidak tertib,” kata Presiden Duterte.

Presiden Duterte mengingatkan bahwa warga asing yang mencemarkan nama baik dan mefitnah pemerintah akan langsung ditangkap. “Anda merendahkan saya di bawah jubah sebagai seorang imam katolik dan anda orang asing, saya tangkap anda. Ini adalah bentuk nyata pelanggaran kedaulatan,” tegasnya.

Jangan membiarkan biarawati masuk, lanjutnya, karena mulutnya tidak tahu malu.

Suster Fox adalah seorang biarawati yang bergabung dalam misi pencari fakta internasional di Filipina Selatan. Suster Fox ditugaskan untuk menyelediki pelanggaran terhadap hak-hak petani dan masyarakat adat.

“Saya tidak terlibat dalam kegiatan partai politik,” jelas Fox.

Sebelumnya, Mahkamah pidana internasional mengirim tim investigasi atas dugaan pembunuhan tanpa melalui proses hukum di Filipina. Khususnya, kasus pembunuhan terhadap para pengedar dan pengguna narkoba di Filipina.

Menanggapi itu, Presiden Filipina Duterte menarik dari diri keanggotaan mahkamah Pidana Internasional dan mengancam akan menangkap kepala jaksa jika dia datang ke Filipina.

Pada Minggu lalu, pemerintah Filipina mendeportasi Giacomo Filibeck asal Italia yang juga adalah wakil sekretaris Jenderal Partai Sosialis Eropa. Sebelumnya, Filibeck mengecam pembunuhan tanpa proses hukum dalam saksi pemberantasan narkoba yang selalu dipekikan oleh Presiden Duterte.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here