CEO Bank Australia Undur Diri

0
166

Jakarta, namalonews.com- Skandal Perbankan Australia mulai terungkap usai dilakukan penyeledikan oleh komisi khusus perbankan. Akibat terungkapnya kasus tersebut, Chief Executive Officer Perbankan Australia Craig Meller memutuskan untuk mengundurkan diri.

Sejauh ini, komisi khusus perbankan masih mendalami proses penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, Komisi Khusus menemukan bahwa The Accelerated Pages (APM) telah lama membohongi pengawas perusahaan Australian Securities and Investments Commission (ASIC) hampir selama satu dekade. Kebohongan tersebut dilakukan oleh AMP untuk menutupi tindakan mengenakan biaya kepada pelanggan.

“Secara pribadi, saya merasa sangat terpukul oleh isu-isu yang mulai muncul secara terbuka. Isu ini bisa memberikan pengaruh yang luar biasa bagi pelanggan, karyawan, perencanaan dan pemegang saham,” kata Meller.

Sebenarnya, Meller membantah isu yang menjadikan dirinya terlibat di dalam skandal perbankan tersebut. Namuan, Meller merasa bertanggung jawab sepenuhnya karena skandal itu terjadi di era kepemimpinannya sebagai CEO.

Selain itu, Meller juga berpendapat bahwa pengunduran dirinya merupakan langkah yang tepat untuk menjaga kepercayaan publik dan pihak berwenang kepada AMP.

Mike Wlikins, direktur non-eksekutif AMP dan mantan CEO perusahaan asuransi IAG, telah ditunjuk sebagai CEO sementara. Meller adalah eksekutif senior pertama yang kehilangan pekerjaannya sebagai buah dari penyelidikan yang dilakukan oleh komisi khusus perbankan.

Kepala penasihat keuanganan AMP, Anthony Regan bungkam saat mendenganr pernyataan komisi khusus yang menegaskan bahwa AMP telah lama melakukan kebohongan terhadap ASIC. Komisi khusus juga merilis dokumen AMP yang diupayakan untuk di-review kembali oleh firman hukum Clayton Utz.

Sejauh ini, perusahan tersebut telah mengidentifikasi lebih dari 15 ribu pelanggan yang dikenakan biaya untuk tarif nasehat finansial yang tidak pernah diberikan. AMP telah mengembalikan dana sekitar 4,7 juta dolar AS kepada para pelanngan tersebut.

Sementara itu, Meller memimpin AMP sejak 2014 dan  rencananya mundur akhir tahun ini karena gagal meningkatkan kinerja peruhasaan yang lebih produktif. Meller disebutkan telah bekerja di perusahaan itu selama lebih dari satu dekade dan sebelumnya menjalankan bisnis asuransi jiwa.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here