Tahun Politik, Rakyat Kian Cerdas Politik Uang Bablas

0
310

Jakartan, namalonews.com- Tahun politik semakin membuat masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam menyikapinya. Bergolaknya suhu politik tak menggoyahkan pemikiran dan mindset masyarakat secara signifikan. Arif Budiman, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam keterangannya, para peserta pemilu akan segera hati-hati dalam menggunakan politik uang. Biasanya cara ini diterapkan untuk menarik suara masyarakat masuk dalam kubunya.

Lebih lanjut, Arif menerangkan, masyarakat sekarang sudah pintar dalam menghadapi trik-trik di tahun politik dalam penentuan kandidat hatinya. Bukan materi namun lebih ke bukti dan realisasi.

“Sepertinya sekarang mulai ada pergeseran, yang tidak percaya politik uang bukan lagi masyarakat, tapi malah pesertanya,” terang Arif pada media di Jakartan, Kamis, 19.01/2018. “Ini semata-mata karena peserta pemilih takut dibohongi ketika sudah mengeluarkan uang namun kenyataannya tidak dipilih,”

Dipandangnya, pelanggaran pidana pemilu yang berhubungan dengan masalah politik uang pastinya semakin berkurang. Karena adnya kecenderungan peserta pemilu yang melakukan politik uang makin berkurang.

Bahkan lebih jauh lagi bahwa cara-cara permainan politik kotor tersebut akan segera ditinggalkan dalam pesta demokrasai mendatang. Baik pemilihan kepala daerah, pemilihan legislative, maupun pemilihan presiden tahun mendatang.

“Kalaupun mau, calon legislative, atau calon kepala daerah pasti ragu-ragu melakukannya karena  takut tidak bakal dipilih meski telah mengeluarkan uang,” ujayntya.

Selain politik kotor,  Ketua Komisi Pemilihan Umum , Arif Budiman juga menjelaskan pada tahun ini maupun mendatang konflik dalam pemilu akan cenderung turun.

Hal berbeda disinggung media,  masalah cuti untuk inkumben, Ketua Komisi Pemilihan Umum Arif Budiman menegaskan, pihaknya sedang menggodok Peraturan KPU tentang kampanye. Yakni membahas mekanisme cuti yang diperuntukkan bagi presiden dan wakil presinden yang kembali maju dalam pemilihan presiden.

Wahyu Setiawan anggota KPU, ada beberapa prinsip dalam mekanisme cuti presiden yang kembali maju pada PKPU Kampanye yang sedang dirancang. Intinya presiden tetap melaksanakan tugasnya sebagai kepala pemerintahan dan bangsa.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here