Bawaslu Tepis Ada Politik Uang

0
221

Jakarta, namalonews.com- Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) Republik Indonesia menggelar pertemuannya dengan pelbagai unsur masyarakat terkait. Topik tentang gagasan gerakan bersama tolak money politics(politik uang), politik SARA, maupun tolak ujaran kebencian.

Acara yang diadakan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta akhir-akhir ini yang diikuti kurang lebih 155 peserta. Yang terdiri atas, gabungan dari lembaga perguruan tinggi, organisasi masyarakat, organisasi pemantau, maupun lembaga survey. Acara resmi tersebut dibuka oleh Ketua Bawaslu Republik Indonesia, Abhan.

Dalam keterangannya kepada media, “Bahwa Undang-Undang mengamanatkan kepada Bawaslu yang diberi tugas melakukan pencegahan money politics. Jadi sekali ,lagi  adalah amanat undang-undang,” Abhan dalam sambutannya pada media.

Sekarang ini money politik atau politik uang sudah lama menjadi momok yang menghiasai dalam pelaksanaan demokrasi pancasila. Sehingga menjadi tantangan bagi Bawaslu dan juga semua pihak untuk mengeliminasinya  dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah.

“Seperti yang pernah kita ketahui, beberapa kepala daerah maupun anggota DPR yang tersangkut dalam persoalan masalah korupsi, hanya dikarenakan persoalan politik uang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abhan menambahkan, pertemuan ini tidak hanya untuk penguatan stakeholder terkait. Namun juga sebagai pemunculan yang sinergi dengan seluruh komponen masyarakat. Sehingga bisa mengawal konsulidasi demokrasi di negara Indonesia.

Pada kesempatan beda, Bawaslu beserta Dewan Pers maupun Asosiasia Media menggelar deklarasi netralitas dan indepedensi media  dalam rangka tahun politik 2018 dan pilpres 2019.

Lebih lanjut, Yosep Stanly Adi Prasetyo, Ketua Dewan Pers, media berperan penting dalam mensukseskan pesta demokrasi. Juga perlu dalam mengawal pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara serentak.

“Mestinya media bisa menjadi jembatan atas hak demokrasi masyarakat dan kepercayaannya terhadap penyelenggara pemilihan kepala daerah,” dalam keterangannya pada media.

Agar media berlaku adil dan berimbang dalam mengabarkan dan menginformasikan kegiatan kampanye partai politik maupun bagi pasangan calon. Harus berperan aktif dan professional dalam menjalankan tugas medianya.

“Kemerdekaan pers menjadi penting karena sebagai sumber informasi yang independen dan benar yang harus disampaikan kepada masyarakat. Masyarakat akan cepat mengakses informasi yang akurat dan sehat tersebut untuk dikonsumsi dalam kesehariannya,” tambahnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here