Fahri Hamzah: Joko Widodo Tak Dapat Tiket di Pilpres 2019

0
342

Jakarta, namalonews.com- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS),Fahri Hamzah mensinyalir bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan bertarung untuk memperoleh tiket di dalam Pilpres pemilu 2019. Lebih jelas beliau menegaskan bahwa sekarang ini beda, siatuasi politik yang terus dinamis tidak mudah diatur-atur. Pak Presiden Joko Widodo tidak dapat tiket dalam pencalonan Pilpres 2019.

Lebih lanjut beliau menegaskan dengan beberapa hal yang terkait, di antaranya Presiden Joko Widodo sebagai calon inkumben tidak bisa lagi untuk memperbaiki diri pada Pemilu mendatang. Selain itu, dinilai Pak Joko Widodo tak lagi mampu merealisasi janjinya saat diucapkan di Pemilu tahun 2014.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut meyebut janji politik bakal menjadi beban berat untuk kembali maju karena hampir semuanya tidak terealisasi. Anggapnya, Presiden Joko Widodo tidak usah menyodorkan pembangunan di bidang infrastruktur, seperti Papau dan Trans – Sumatera. Yang sebenarnya tidak ada janji lagi tentang politiknya. Itulah yang ditandai sebagai keberhasilannya.

“Yang seperti inilah yang seperti saya bilang, pemerintah tidak serius dan komit dengan janjinya. Sekarang ini seperti ke arah baru yang tidak ada janjinya yang juga enggak ada faedahnya,” ucap Fahri Hanzah. Tentunya bakal ada kejutan menjelang pendaftaraan calon presiden nanti. Yang bakal berlangsung di tanggal 8 sampai 10 Agustus mendatang.

Lebih lanjut Fahri Hamzah mengingatkan bahwa pada tahun politik ini, mengakibatkan peta politik berubah dan bergeser. Yakni perubahan melawan Joko Widodo. Lebih lagi, Fahri Hamzah memberi contoh bahwa sinyal yang dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat, pada hari Minggu kemarin di Cilegon, beliau akan menghadirkan pimpinan baru bagi rakyat Indonesia.

“Pemetaan saya akan pasangan capres-cawapres tentunya yang mengetahui dan memahami keinginan rakyat Indonesia. Semoga lekas terkabul dengan adanya pemimpin baru yang amanah, cerdas, dan yang jelas memahami dan memikirkan rakyat banyak, seluruh rakyat Indonesia,” terang Susilo Bambang Yudhoyono pada media.

Fahri Hamzah, disinggung media tentang naiknya elektabilitas Presiden Joko Widodo hasil survey yang dilakukan Kompas menerangkan bahwa, permasalahannya itu kan sama dengan Ahok(Basuki Cahaya Purnama), karena belum ada lawan mainnya.

Hasil survey Kompas, elektabilitas Joko Widodo meningkat. Jikalau pemilihan dilakukan kini, joko Widodo ada 55,9 persen. Yang enam bulan lalu hanya 46,3 persen

Dan untuk saat ini Joko Widodo bisa berlega hati dalam menikmatisurveiyang telah mengunggulkan dirinya. Presiden Joko Widodo boleh berada di atas angin. Namun bisa jadi keadaan yang demikian akan gampang bergeser karena jika lawan Joko Widodo sudah hadir.

Dalam keterangan lebih lanjutnya, Politikus Partai Keadilan Sejahtera,”Begitu muncul lawannya, semua diperkirakan akan bubar.Presiden Joko Widodo enggak dapat tiket dalam Pilpres,” tutupnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here