PBB: Suriah Jadi Negara Jebakan Bagi Warga Sipil

0
167

Jakarta, namalonews.com- Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Filippo Grandi menyebut warga sipil Suriah menjadi korban jebakan. Warga sipil tidak bisa melarikan diri dari situasi pertemburan dan peperangan serta pemboman di Suriah karena bagian perbatasan juga dijaga ketat oleh petugas.

Selain itu, masyarakat sipil juga sulit untuk mengungsi ke negara-negara tetangga karena semuanya sudah dipenuhi oleh para pengungsi. Situasi ini, menurut Grandi, merupakan penderitaan terburuk yang dialami masyarakat sipil Suriah di era modern ini.

Grandi menambahkan bencana baru akan terjadi lagi jikga kota Idlib menjadi target baru para militer Suriah. “Negara Suriah menjadi jebakan, dan tempat-tempat tertentu adalah jebakan maut khususnya untuk masyarakat sipil,” katanya.

Berdasarkan data lembaga pemantu perang yang berbasis di Inggris, diperkirakan 511 ribu orang telah tewas akibat perang tersebut sejak 2011.

Selain itu, 5 juta lebih warga Suriah tercatat mengungsi ke Irak, Yordania, Lebanon, dan Turki. Perlu diingat, jumlah pengungsi Suriah mencapai satu per empat populasi Lebanon. Sedangkan, 6,1 juta lainnya masih bertahan di Suriah.

Grandi berharap bisa mendapatkan dana sebesar dari dunia Internasional. Dana itu akan dialokasikan khusus untuk kemanusiaan di Suriah. Tentu saja, dana tersebut juga bakal disalurkan ke Yordania, Irak, Mesir, dan Lebanon.

Selain itu, PBB prediksi 400 ribu masyarakat sipil terjebak di dalam daerah peperangan Suriah.

Beberapa lembaga bantuan memprediksi akan adanya penderitaan mengerikan juka Rusia, Suriah, dan Iran jika mulai menguasai kota Idlid. Hal ini disebabkan oleh puluhan ribu warga Suriah melarikan diri ke kota Idlib yang sekarang diisukan telah diambilalihkan Rusia dan Iran.

“Idlid merupakan tempat para pemberontak dipindahkan. Jika peperangan menuju wilayah tersebut, masyarakat sipil akan berpetonsi merugikan dan mewariskan penderitaan terburuk bagi mereka,” katanya.

Grandi bersama lembaga bantuan lainnya menyebut masyarakat sipil sudah tidak bisa melarikan diri lagi karena wilayah perbatasan telah dijaga ketat. Hal ini menjadikan masyarakat sipil terkurung dalam jebakan.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here