Pemerintah Ingin Pertamina Bertransformasi Jadi Industri Kimia

0
267

Jakarta, namalonews.com- Pemerintah ingin pertamina segera melakukan transformasi untuk menjadi industri kimia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan meminta Pertamina untuk segera beralih ke industri kimia. “Kalau industri otomotif sudah beralih ke mobil listrik. Industri miga, saya harap bisa segera beralih ke industri kimia,” kata Jonan di Kantor Pusat Pertamina Jakarta pada Rabu (25/4/2018).

Industri kimi, lanjut Jonan, merupakan sesuatu yang tepat dan penting bagi PT Pertamina karena usia sumur minyak sudah mulai beranjak semakin tua. Selain itu, kilang minyak mulai berkurang. Saat ini, sumber migas baru juga belum ditemukan.

Sebelumnya, ketua I Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto menyebut ada dua tantangan utama dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia.

Penyediaan stasiun pengisian daya listrik dan penyesuaian pajak mobil listrik agar harga jual ke masyarakat bisa terjangkau. “Stasiun pengisian listrik umum adalah syarat utama dalam mengembangkan mobil listrik dan hibrida” katanya.

Lebih lanjut, Sugiarto berharap pemerintah segera mengeluarkan peraturan daerah yang mewajibkan pusat perbelanjaan untuk menyediakan stasiun pengisian daya listrik di lokasi parkir, khususnya di kota-kota besar.

Pengisian daya listrik, tambahnya, tidak harus gratis. Hal terpenting adalah memperbanyak dan memperluas tempat pengisian daya mobil listrik dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Selain itu, Sugiarto juga mengapresiasi langkah PLN dalam menyiapkan stasiun pengisian daya listrik guna menyambut perkembangan teknologi otomotif di masa mendatang. “Kami menyambut baik upaya mempercepat penerapan pengisian daya listrik,” katanya.

Sedangkan, tantangan kedua adalah bagaimana menyesuaikan tarif pajak kendaraan listrik agar harganya lebih terjangkau oleh masyarakat. Selama tarif pajak belum selesai, harganya pasti akan tetap mahal. Harus diakui bahwa harga mobol listirk mahal karena menggunakan dua mesin.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here