Ada yang Mempolitisir, Pertemuan Jokowi dan Alumni 212 Bocor

0
324

Jakarta, namalonews.com- Misbahul Anam, Ketua Tim 11 Ulama Alumni 212 meminta kepada Presiden Joko Widodo agar pihak istana segera mengusut bocornya pertemuan tertutup yang digelar di Istana Bogor pada Minggu, 22 April yang lalu.

Lebih lanjut, pertemuan antara Presiden Joko Widodo bersama dengan Ulama Alumni 212 beredar dari sebuah foto. Pada foto tersebut terlihat Presiden Joko Widodo dan sejumlah ulama berada di sebuah masjid.

Kepada media, Presiden Joko Widodo mengakui adanya pertemuan tersebut. Namun pertemuan itu adalah pertemuan biasa hanya dalam rangka menjalin silaturahmi antara umara dan ulama saja. Seperti biasanya, diawali dengan salat dzuhur dan kemudian makan siang bersama.

Di satu sisi Mishabul menjelaskan, pertemuan yang dilakukan dengan pihak Presiden Joko Widodo bersifat tertutup dan tidak dipublikasikan. Namun kenapa ada foto yang tersebar, dan ini menjadikan dirinya menyesal dengan beredarnya foto pertemuan tersebut.

Lebih lanjut Mishabul mensinyalir tentunya ada pihak ketiga yang dengan sengaja menjadikan beredarnya foto tersebut. Bisa jadi untuk mengadu domba Presiden Joko Widodo dengan para umara dan ulama di Indonesia.

Dalam keterangannya kepada media, Mishabul hanya mengklarifikasi bahwa pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo hanya membahas mengenai kriminalisasi terhadap ulama. Dalam hal ini Tim 11 memberikan informasi yang lebih akurat untuk Presiden Joko Widodo. Agar tidak terjadi kesalahfahaman yang bersifat lebih majemuk lagi.

Lebih detail lagi, Ketua tim Alumni 212 mendesak Presiden Joko Widodo agar segera merampungkan adanya kriminalisasi terhadap kaum ulama. “Pernah dikatakan, dulu Presiden Joko Widodo menyebutkan tidak pernah akan adanya kriminalisasi terhadap para ulama, namun kenyataannya kami menemukan fakta-faktanya masih ada,” terang Misbahul pada media.

Sedangkan dari pihak Sekretaris Tim 11 Ulama Alumni 212, Muhammad Al Khaththath menjelaskan dalam pertemuan itu pihaknya dilarang untuk membawa telepon genggam. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada rekaman atau foto tentang berlangsungnya pertemuan tersebut.

Jadi pertemuan ini bersifat tertutup. Seharusnya pihak istana bisa mengantisipasi agar pertemuan dimaksud tidak bisa menyebar dengan luas. Yang namanya tertutup sebaiknya tidak boleh dibuka. Kami pun tidak boleh mempublish perihal pertemuan tersebut.

Lebih lanjut lagi Misbahul Anam menjelaskan dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo tersebut dipastikan tidak ada pembahasan masalah politik. Beliau menyayangkan tentang kebocoran pertemuan tersebut. Disinyalir ada kelompok yang mempolitisir pertemuan tersebut.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here