Amien Rais Mulai Manuver Politiknya

0
852

Jakarta, namalonews.com- Arie Sudjito, Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menilai sikap dari Gubernur Anis Baswedan yang telah izinkan Mantan Ketua MPR Amien Rais untuk berceramah di balai kota Jakarta Pusat. Hal terkait disinyalir oleh Pengamat Politik dari Universitas Gajah Mada tersebut sebagai manuver politik. Arie, begitu panggilan akrabnya, risiko yang dilakukan oleh Amien Rais berceramah di balai kota sebagai pelancaran ceramah yang sifatnya kontroversial sudah disadari oleh Gubernur DKI Jakarta tersebut. Dan Anies terpaksa membiarkan hal tersebut terjadi.

“Kalau Pak Anies mengundang Pak Amien Rais itu bukan tanpa sengaja. Dan malah sebaliknya, Anis sudah memperkirakan konten atau isinya dalam ceramah tersebut. Sehingga bisa dijelaskan bahwa Anies menyampaikan kepada masyarakat bahwa dirinya telah memfasilitasi Pak Amien Rais tahu apa yang akan dibicarakan dalam ceramahnya,” terangnya pada media Rabu, 26/04/2018.

Lebih lanjut Arie menjelaskan, “Harusnya Dia mengantisipasi. Pak Amien kan jelas sekali. Ya, sudah lama Pa Amin kan begitu orangnya. Sudah lama menyerang Joko Widodo.

Lebih terangnya Arie dalam penjelasannya, menduga Anies sengaja membiarkan Ketua Umum Partai Amanat Nasional tersebut berceramah yang berbau politik. Hal ini disinyalir karena keduanya berasal dari kelompok partai politik yang sama. Dan sepertinya Anies diduga membenturkan posisinya.

“Sepertinya begitu. Karena Anies memang bagian dari Pak Amien Rais, sehingga dalam posisi politik pun juga dekat. Apalagi dalam Pemilihan Kepala Daerah di Jakarta. Masih saja terkait dan terbawa. Apalagi Anies sebagai Gubernur yang posisinya di bawahnya presiden. Jelas terjadi sedikit benturan antara posisi dirinya dengan gubernur, yang mesti tidak bakal masuk ke ranah itu. Yang saya namakan terjadi benturan. Sekali lagi hal semacam itu mestinya tidak usah terjadi hanya karena Anies menempatkan porsinya sebagai Gubernur,” terang Arie.

Lebih lanjut Arie menilai jangan – jangan Gubernur DKI Jakarta menyadari terjadinya benturan itu dan sengaja memilih sebagai bentuk pengalihan dari manuver politiknya.

“Bisa jadi itu dijadikan pilihan oleh Anies. Yang artinya semua disadari dengan nyata dan beliau memilih risiko itu  yang memang bagian dari manuver politiknya. Jelas tidak etis, benturannya disadari namun beliau tidak ikut dalam pemilihan,” tambah Arie.

Hal demikian dinilai kurang sepadan. Mestiya sebagai Gubernur, Anies Baswedan harus bersikap netral serta dapat menjalankan kenetralan tersebut di kantor Balai Kota. Yakni yang merupakan fasilitas negara yang semestinya netral dari apa pun termasuk dari kepentingan dan ranah politik.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here