Gatot Nurmantyo, Indonesia 2030 Kutip Ghost Fleet

0
277

Jakarta, namalonews.com- Indonesia bubar tahun 2030, novel yang telah dikutip Ketua Umum Partai Gerindra,  Prabowo Subianto, tersebut membawa beberapa kontroversi. Novel  tersebut berjudul Ghost Fleet yang dikarang oleh PW Singer dan Augus Cole. Hal tersebut disampaikan oleh Gatot Nurmantyo saat menjadi pembicara kunci dalam dialog urun rembuk kebangsaan di Perpusnas, Jakarta. Gatot Nurmantyo  awalnya berbicara mengenai kondisi dunia dengan kompetisi global.

Dalam keterangan lebih ricinya, setiap orang  yang berada di Afrika Selatan mendapat jatah air sebanyak 87 liter dan itu terus berkurang karena kekeringan dan pemanasan global yang terjadi. Dan jikalau keadaan yang seperti itu terus terjadi disinyalir akan terjadi pengungsian yang sifatnya secara besar-besaran dan akan mengakibatkan ketidakharmonisan kondisi alam.

Lebih lanjut Gatot, mengatakan, “Kita akan melihat dalam waktu yang lebih dekat lagi, ya kira-kira 23 tahun lagi akan ada pengungsian yang sifatnya besar-besaran dari daerah Afrika. Hal ini disebabkan karena mereka tidak bisa hidup lagi, “ujar Gatot di Perpustaan Pusat Nasional , Jakarta, Rabu 25/04/2018 kemarin pada media.

Tidak hanya hal terebut, lebih panjang lagi Gatot mengatakan bahwa ketersediaan pangan yang terus menipis juga cadangan minyak bumi juga kian mengkhawatirkan. Persediaannya kian hari kian tipis saja.

“Bisa saja kita konversi, habisnya bukan di tahun 2056. Namun di tahun 2030. Makanya kita harus benar-benar mulai tanggap, mulai melihat, pelbagai krisis, seperti krisis air, krisis pangan maupun krisis energi.  Justru inilah yang sebenarnya menjadi persaingan yang selalu dicari negara-negara yang tidak memilikinya. Kelangkaan energi yang menyebakan terjadinya perang di Timur Tengah. Apalagi kalau kita lihat di sini semua yang menjadi konflik merupakan penghasil minyak dan hampir dipastikan perang yang terjadi di dunia hanya karena masalah dengan latar belakang minyak,” terangnya.

Lebih lanjut Gatot memetakan peristiwa yang dijabarkan tersebut ke wilayah Indonesia. Karena bisa jadi keadaan yang seperti terkait bisa berpindah ke dalam negeri yaitu Indonesia. Hal yang mungkin terjadi karena Indonesia kaya raya akan sumber daya alamnya yang melimpah.

Sehingga mustahil Indonesia tidak ada lagi di tahun 2030. Dalam tulisan novel Ghost Fleet. Hal yang senada juga pernah diungkap oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno,  mengingatkan suatu saat nanti negara–negara di atas dunia akan iri melihat kemakmuran yang dimiliki oleh negara Indonesia karena sumber daya alam yang dimilikinya.

“Bertolak dari sini mestinya kita harus waspada. Karena ada yang mengatakan, seperti August Cole, mengatakan bahwa tahun 2030 Indonesia sudah tidak ada lagi, Ya 2030 Indonesia tidak ada lagi, latar belakangnya karena semua orng ingi elihat ibarat gadis elok yang diperebutkan,” ujar Gatot.

Lebih lanjut Gatot menerangkan, kita semua harus optimis. Dikarena tingkat pertumbuhan ekonomi nasional kian tahun semakin meningkat. “Prediksi tahun 2050 GDP Indonesia menempati peringkat keempat level dunia. Ini bukan ramalan, melainkan berdasarkan statistik dan indikasi yang ada gambarnya. “ tambah Gatot . (sulis sutrisna)

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here