Skandal Doping Dalam Olahraga

0
134

Jakarta, namalonews.com- Skandal penggunaan doping sepanjang 2016 tercatat 1.600 pelanggaran anti-doping dari 117 negara pada 112 cabang olahraga. Skandal penggunaan doping tersebut melibatkan atlet dan staf pendukung.

Anti-Doping Rules Violations (ADRV) menyebut atletik menempati posisi teratas dalam menggunakan doping sepanjang 2016.

Badan Anti-Doping Dunia (WADA) mencatat 229.500 sampel dikumpulkan pada 2016. Setelah dikumpulkan, sampel tersebut dianalisa oleh laboratoriom terpercaya yang direkomendasikan WADA. Hasil analisa laboratorium tersebut menunjukkan 1.590 sampel terlibat dalam skandal penggunaan doping.

Dari jumlah ini, 1.326 merupakan hasil pemeriksaan laboratorium sedangkan sisanya dari laporan bukti inteligen atas 264 doping yang dilakukan atlet dan staf pendukung.

“Kami akan terus memantau dampak dari tes berbasis inteligen, wilayah yang terus difokuskan untuk WADA saat kami memperkuat kapasitas investigasi dan inteligen,” kata Presiden WADA Craig Reedie pada Jumat (27/4/2018).

Berdasarkan hasil analisa tersebut, kerugian terbesar didapatkan dari atlet putra yang tercatat 1.400 orang atau 78 persen. Lebih lanjut, hasil ini ditemukan dan dikumpulkan saat kompetesi 76 persen.

Cabang atletik yang menempati urutan teratas penggunaan doping adalah 205, disusul binaraga 183, balap sepeda 165, angkat besi 116, dan terakhir adalah sepak bola 79.

Sisanya adalah angkat berat 70, gulat 64, rugbi 56, akuatik 35, dan tinju 35. Dan, negara pertama dalam daftar penggunaan doping adalah Italia (147), diikuti oleh Perancis (86), dan terakhir adalah Australia (75).

Rusia, yang partisipasinya pada olimpiade musim panas Rio de Janeiro 2016 dan Olimpiade musim dingin Pyeongchang 2018 dibatasi oleh program doping sistemik, berada di urutan ke-6 bersama India.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here