Tausiah Amien Rais Berbuah Konflik, Tausiah Lain Lebih Menukik

0
20133

Jakarta, namalonews.com- Politikus senior dari Partai Amanat Nasional rupanya mendapat dukungan spiritual dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gerindra, Habiburohman tatkala pelaksaan cerah yang disinyalir menyisipkan tausiah yang bernada politik. Hal terkait terjadi di Balai Kota Jakarta Pusat, Minggu, 22 April 2018. Dalam keterangannya Ketua DPP Gerindra menyandingkan hal tersebut dengan apa yang pernah dilakukan oleh aksi pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang disinyalir lebih politis.

“Jelas sangat berlebihan. Kritik yang dilakukan terhadap tausiah Pak Amien Rais beberapa hari silam, itu terlalu lebay. Sangat berlebihan,” kata Habiburohman pada media, di Jakarta, Kamis, 26/04/2018.

Lebih rinci Ketua DPP Gerindra menerangkan pernyataan Amien Rais dalam tausiahnya bersifat umum dan normative dan tidak melanggar aturan politik. “Jelas sama sekali normatif. Tidak ada yang melanggar hukum. Tidak ada pernyataan partisan yang disampaikan Pak Amien Rais yang menyebut partai ataupun menyebut nama calon presiden tertentu. Yang disampaikan itu ya bersifat umum saja, normatif saja, tidak ada yang melanggar hukum apa pun itu,” terangnya pada media.

Lebih jelas, beliau membandingkan dengan apa yang dilakukan oleh para pendukung Ahok saat beliau dinyatakan sebagai terpidana kasus penodaan terhadap agama. Bukankah hal tersebut lebih politik.

“Kalau memang tausiah Pak Amien Rais dianggap politis, lalu aksi pendukung Ahok di Balai Kota pada Mei tahun lalu jauh lebih politis. Mereka terang-terangan menyatakan dukungan terhadapnya dan saat itu Ahok berstatus sebagai terpidana kasus penodaan agama,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi, Habiburohman mengharap terhadap semua pihak bisa menyikapi tausiah yang dilakukan oleh Pak Amien Rais secara berimbang. Dan semoga pihak-pihak yang menuding Amien Rais untuk segera berintrospeksi agar situasi lebih kondusif.

Seyogianya semua pihak bisa mengedepankan kedewasaan dalam berpolitiknya. Jangan ada yang menerapkan standard ganda dalam memberikan suatu penilaian. Sebelum menilai terhadap seseorang, alangkah lebih baiknya kita bisa introspeksi terhadap pribadi masing-masing.

Sementara menanggapi hal terkait, Taufik Kurniawan selaku Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional menerangkan bahwa untuk tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun tokoh ormas biarlah diberi kewenangan dan ruang tersendiri untuk menyampaikan sesuatu kepada umatnya atau pengikutnya.

Sehingga tidak semua pihak tidak hanya menyoroti masjid yang disebut-sebut kerap dijadikan sebagai sarana penyampaian dan pengaduan politik belakangan ini. Rumah ibadah lain juga sebagai sarana kegiatan untuk kepentingan serupa.

“Jangan hanya tempat ibadah atau masjid melulu. Saya mempunyai data yang akurat, punya gambaran bahwa dulu ada seorang menteri malah sebagai pembicara di sebuah gereja. Kejadian tersebut juga tidak menimbulkan konflik seperti sekarang ini. Jadi menurut saya harus fair-lah, Jangan hanya Pak Amien Rais yang mendapat imbasnya, tidak adil ini namanya. Jangan membuat suatu image yang tidak benar, jangan ada subjektivitas. Sehingga opini publik seolah-olah masjid tempat makar. Sebaliknya masjid itu tempat ibadah. Jadi siapa pun boleh melakukan tausiah politik seperti salah seorang menteri memberi pandangannya di gereja,” imbuh Taufik Kurniawan

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here