Marga ‘MU’ Mancanegara Rayakan Ceng Beng di Jakarta

0
305

Jakarta, namalonews.com- Rombongan marga ‘Mu’ yang berasal dari mancanegara seperti Tiongkok, Malaysia, dan Singapura, merayakan Ceng Beng (ziarah kubur) bersama Marga ‘Mu’ yang berada di Indonesia, di Resto Nelayan, Jakarta Utara, Minggu (29/04/2018).

Sedangkan Marga ‘Mu’ yang berasal dari Indonesia datang dari daerah sekitar Jabodetabek, Sekadau (Kalimantan Barat), Pontianak (Kalimantan Barat), Bandung (Jawa Barat), dan Medan (Sumetara Utara).

Acara diawali dengan penampilan sepasang barongsai yang meliuk-liuk melewati bangku-bangku peserta perayaan marga ‘Mu’. Boneka berbentuk singa dengan tubuh bersisik layaknya naga ini kemudian naik ke atas panggung.

Usai pertunjukkan barongsai, perayaan Ceng Beng marga ‘Mu’ berlanjut dengan hadirnya tari-tarian yang dimainkan oleh para wanita dengan gerakan lemah gemulai. Setelah itu hadir pula anggota lainnya yang mencoba menyanyikan beberapa lagu.

Dalam kata sambutannya, Ketua Marga ‘Mu’ Indonesia, Mu Kit Siong, mengatakan bahwa marga ‘Mu’ merupakan marga kecil namun memiliki nama yang begitu besar. Tujuan dari perayaan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antara marga ‘Mu’ yang berada di Indonesia dengan marga ‘Mu’ yang ada di belahan negara lainnya.

“Saya melihat marga ‘Mu’ begitu kompak dan membanggakan. Kalau saya keluar negeri dan bertemu dengan marga ‘Mu’ seakan kita begitu dekat dan penuh kekeluargaan,” begitu katanya.

Dalam kesempatan itu juga, sebagai ketua Marga Mu di Indonesia, Mu Kit Siong memberikan cendera mata kepada rombongan marga ‘Mu’ yang berasal dari luar negeri.

Perayaan Ceng Beng marga ‘Mu’ ini dihadiri pula oleh anggota DPRD Sekadau, Kalimantan Barat, Mu Lip Min (Muliandi Alip) yang jauh-jauh dari kota kecil untuk sengaja datang ke Jakarta bertemu Marga ‘Mu’ dari Indonesia dan mancanegara.

Sebelumnya, seluruh undangan perayaan Ceng Beng ini melakukan ziarah kubur ke Rumah Abu Bersama yang berada di kawasan Pinangsia, Jakarta Barat. Setelah itu barulah rombongan menuju ke Resto Nelayan.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here