Ribuan Tenaga Kerja Asing Disanksi di Indonesia

0
603

Jakarta, namalonews.com- 1.358 tenaga kerja asing (TKA) mendapat sanksi tindakan administrasi keimigrasi dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Jumlah pelanggar administrasi keimigrasian ini terhitung hingga Maret 2018.

“Ditjen Imigrasi sukses mengidentifikasi pelanggaran keimigrasian. Di antaranya penyalahgunaan izin tinggal, dan lain-lainnya,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno pada Senin (30/04/2018).

Sampurno menyebut Ditjen Imigrasi terus memperketat pengawasan terhadap tenaga kerja asing di Indonesia. Upaya ini terbukti dengan menemukan ribuan pelaku penyalahgunaan dokumentasi.

Pada umumnya, motif penyalahgunaan dokumentasi tersebut adalah ekonomi. Tenaga kerja menyalahgunakan visa dan izin keimigrasian untuk meningkatkan dan menambah kekayaan.

“Banyaknya penggunaan bebas visa kunjungan terhadap warga negara asing yang tidak dipungut biaya dan mudah serta cepat seakan-akan melicinkan upaya praktik penyalahgunaan visa dan izin keimigrasian,” lanjut Sampurno.

Terkait dengan pelanggaran tersebut, Ditjen Imigrasi memberikan sanksi dengan membatalkan dan mencabut izin tinggal, pembatasan keberadaan, hingga pendeportasian dan memasukan ke dalam daftar penangkalan masuk wilayah Indonesia. Hingga Maret 2018, 20 proju telah diberikan oleh Ditjen Imigrasi kepada warga negara asing.

“Hasil dari proses projustia adalah penetapan pengadilan berupa membayar biaya denda hingga kurungan badan,” jelas Sapurno.

Tim pengawasan orang asing (TIMPORA) akan terus menggunakan teknologi informasi berupa aplikasi pendaftaran orang asing untuk memperketat warga negara asing di Indonesia. Tugas TIMPORA adalah berkoordinasi, berbagi data dan informasi, serta melakukan operasi gabungan baik secara tertutup maupun terbuka.

Selanjutnya, pengawasan terhadap warga negara asing dilakukan dengan menggunakan Quick Response Code pada dokumen perjalanan ketika masuk melalui tempat pemeriksaan imigrasi.
“Quick Response Code digunakan ketika warga negara asing check-in di tempat penginapan, memesan tiket dan transaksi lainnya. Sehingga, keberadaan dan pergerakan warga negara asing dapat terpantau. Quick Response Code warga negara asing berisi data diri, jenis visa, lama dan tujuan kedatangan,” ujarnya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here