Dirut Bulog, Jokowi Pilih Buwas

0
259

Jakarta, namalonews.com- Dalam penjelasannya kepada media, Presiden Joko Widodo menerangkan bahwasanya keterangannya dalam memilih Mantan Kepala Badan Nasional Komisaris Jenderal Purnawirawan Budi Waseso sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog).

Dal hal ini dimaksudkan terpilihnya Buwas, panggilan akrab Budi Waseso sebagai Ketua Umum Bulog karena beliau mempunyai kepemimpinan maupun sosok yang tegas dalam kepribadian yang menurutnya layak dimiliki kandidat seperti itu.

“Jelas kita butuh orang yang tegas, selain itu juga orang yang jujur, berani, dan memiliki rekam jejak dalam mengelola urusan bulog. Dan saya kira itu tepat sekali,” Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin kemarin.

Dalam keterangannya lebih lanjut, Presiden Joko Widodo menerangkan bahwa peran atau kebutuhan pangan merupakan masalah perut rakyat Indonesia yang harus diperhatikannya dengan serius. Tak ada salahnya hal itu merupakan masalah dominan yang harus kita pertahankan. “Jadi, kita harus membutuhkan sosok yang seperti yang saya sebutkan,” jelasnya.

Pengangkatan Budi Waseso menjadi Petugas Bulog diatur dalam Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-115/MBU/04/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perum Bulog. Lebih lanjut lagi, dalam keterangannya selain pengangkatan Budi Waseso, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberhentikan Direktur Keuangan Bulog Pardiman. Pardiman digantikan dengan Triyana. Selanjutnya susunan heirarki baru tersebut ditetapkan pada 27 April lalu.

Selain penggantian terhadap Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Budi Waseso, dalam menjalankan tugasnya beliau berjanji siap dalam memberantas mafia pangan pasca ditunjuk sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik. ”Pasti akan diberantas. Karena ini masalah perut jadi jangan ada yang sampai mainin perut orang Indonesia,” ujarnya di Kementerian BUMN Jakarta, kemarin.

Disingung terpilihnya dalam Direktur Utama Perum Bulog, karena berlatar belakang sebagai penegak hukum akan berpengaruh pada kebijakan serta strategi yang bakal dijalaninya ke depan. ”Kita harus disingkirkan ya singkirkan, bagi yang melawan kepentingan masyarakat dia pasti akan beradapan dengan kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Disinggung perlu penyesuaian oleh media, Budi Waseso tak nampik jika ia akan memerlukan beberapa waktu untuk beradpatasi hingga segalanya mampu mengimbangi dan memahami persoalan yang bakal terjadi dan dijalani di lembaga yang akan dipimpinnya itu.

“Saya butuh masukan, karena beliau yang mengawali,” tambahnya. Dalam hal ini pergantian Bulog telah direstui oleh Surat Keputusan Menteri Budan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor: SK-115/MBU//04/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Umum (Perum) BULOG.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here