Ada Isu Politik di CFD, Ini Tanggapan Sandiaga Uno dan Din Syamsudin

0
623

Jakarta, namalonews.com- Adanya atribut politik yang dipakai dalam CFD di jalan Sudirman-Thamrin beberapa waktu lalu telah membuat beberapa pihak ikut ambil suara terkait dengan isu tersebut. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin ikut menanggapi mengenai isu bermuatan politik di car free day tersebut.

Dalam hal ini, Din lebih menghimbau masyarakat untuk tetap mengendalikan diri terkait dengan isu yang saat ini sedang panas tersebut.
“Saya merasa prihatin dengan keterpecahan bangsa akhir-akhir ini dan sebaiknya masing-masing pihak untuk tetap mengendalikan diri,” tuturnya saat ditemui di Bandara Halim Perdana Kusuma para hari Minggu lalu.

Adanya gesekan politik yang terjadi setelah insiden pemakaian kaos dengan tagar #2019GantiPresiden saat CFD tersebut memang telah menyulut banyak pihak. Padahal menurut Din, hal semacam itu masih bisa dihindari oleh pihak-pihak yang berkepentingan jika mereka bisa mengendalikan diri. Din sendiri mengaku bahwa dirinya tidak sedang membela satu pihak saja terkait dengan permasalahan yang terjadi akibat adanya insiden tersebut. Menurutnya, lebih baik masyarakat tidak memiliki sikap fanatik terhadap jagoannya di Pilpres 2019 mendatang.

“Sebaiknya terkait Pemilu, kita tidak menjadi pendukung fanatik, melainkan menjadi seorang penggembira saja. Jadi, sila bergembira dengan apa yang kita pilih dan kita tak boleh lupa mengedepankan etika,” urai Din.

Ia juga menambahkan bahwa sebaiknya penggunaan istilah yang tidak sesuai dengan etika atau tidak lazim untuk dihindari agar tidak terjadi perpecahan. Misalnya, label yang menjelekkan atau memiliki konotasi provokatif dan sinis sebaiknya tidak digunakan.
“Sebenarnya etika politk lah yang diperlukan oleh bangsa ini,” imbuhnya.

Adanya video viral warga dengan kaus bertagar #2019GantiPresiden serta relawan Jokowi yang mengenakan kaus dengan tagar #DiaSibukKerja di kawasan CFD lah yang menjadi awal dari isu gesekan politik tersebut.

Dalam video tersebut terlihat salah satu kelompok mengacungkan uang kepada kelompok lainnya. Kemudian, uang tersebut juga diacungkan pada seorang ibu yang sedang membawa seorang anaknya yang masih kecil.

Kemudian video tersebut pun menjadi buah bibir masyarakat. Bahkan, bukan hanya Din Syamsudin yang ambil suara mengenai isu tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini, Sandiaga Uno pun turut serta untuk menanggapi permasalahan tersebut.

Berbeda dari Din, Sandiaga lebih menegaskan terkait dengan adanya aturan yang berlaku mengenai pelaksaan kampanye parpol yang tidak diperbolehkan di kawasan CFD.

Sesuai dengan peraturan yang ada, Sandiaga mengatakan bahwa semua kegiatan berbau politik dilarang di kawasan CFD atau car free day.
“Bagi-bagi kaus dilarang, menjual pun dilarang. Semua hal yang berbau politik intinya tidak diperkenankan di kawasan car free day,” ujar Sandiga saat ditemu di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Senin lalu.

Sandiaga menambahkan bahwa jual-beli yang dilakukan di area CFD wajib dipasitkan tidak memiliki muatan politik. Dari pihak Pemerintah Provinsi sendiri akan terjun untuk mengawasi pedagang yang bergadang sesuai dengan aturan yang ada dan telah mendapatkan izin untuk berjualan di area CFD.
“Kami mencoba untuk melakukan pengawasan pada para UKM dan memastikan bahwa UKM tersebut telah mendapat izin untuk berjualan,” tambahnya.

Pihaknya tentu tidak menghalangi para UKM untuk menjual kaus atau atribut lainnya selama konten yang ada di kaus tersebut tidak mengandung sesuatu berbau politik. Meskipun hal ini akan sulit untuk dilakukan, tetapi pihak Pemprov akan mencoba untuk menjalankan pengawasan tersebut.

Berkaitan dengan adanya kampanye terselubung melalui penggunaan kaus oleh salah satu warga di area CFD tersebut, Sandiaga juga berbagi cerita mengenai dirinya saat berjuang di Pilkada 2017. Ia menceritakan bahwa dirinya tidak pernah memakai kawasan CFD sebagai lahan untuk kampanye oleh dirinya dan tim.
“Saya mengalaminya sendiri, dan seharusnya politikus lain juga mengerti mengenai keputusan Pemprov DKI soal hal ini,” tuturnya.
Sandiaga sendiri pernah melakukan kegiatan aksi yang kemudian dilarang oleh Pemprov dan ia juga menambahkan bahwa pergub yang ada mengenai hal tersebut pada tahun 2015 dan 2016 mulai lebih ditekankan lagi. Oleh karena itu, menuturnya para politikus bisa belajar dari hal tersebut dan mengerti isi pergub mengenai hal tersebut.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here