CFD Pun Terkontaminasi Politik

0
980

Jakarta, namalonews.com- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dan juga sekaligus Anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud MD mengecam terjadinya peristiwa gesekan yang terjadi antara dua massa pada kegiatan Car Free Day (CFD). Car Free Day yang dibarengi dengan adanya gesekan yang terjadi tersebut disinyalir berbau politik.

Tahun politik yang terus dinamis membuat hampir semua lini kehidupan berbaur dengan suhu politik yang terus bertiup tanpa mengenal waktu dan arah maupun tingkatan kehidupan bermasyarakat. Lebih-lebih, Prosfesor Doctor Mahfud MD sempat mengecam peristiwa gesekan tersebut tidak normal. Hari bebas kebisingan agar tercipta kesegaran kenapa harus ternoda hanya dengan kepentingan politik suatu golongan.

“Mungkin kalian bisa bayangkan sendiri. Anda seorang perempua dengan anak lalu diperkusi itu, bukankah itu sangat tidak moral. Ya dengan alasan apa pun itu sangat tidak moral. Kalau di-framing kurang ajar, itu kan gampang kalau mau dicari,” jelas Mahfud pada media, Rabu, 2/05/2018.

Lebih rinci dalam keterangannya, Mahfud tidak mau berspekulasi  terhadap terjadinya gesekan tersebut. Apakah perbedaan konflik dan fisik tersebut memang berdasar pandangan yang berbeda, dalam arti Pengguna kaos -2019GantiPresiden- dan –DiaSibukKerja- adalah rekayasa belaka. Apa pun itu alasan dan niatnya seyogianya aktor dan pelakunya segera dtangkap.

“Menurut saya, itu framing atau bukan, framing atau bukan semuanya tidak bermoral. Kalau memang framing ya tangkap saja framer-nya,” ucap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Sebagaimana berita yang beredar, terilis video yang dengan konten yang memperlihatkan netizen atau warga yang berkaos -2019GantiPresiden-, dan juga kelompok massa yang menggunakan kaos –DiaSibukKerja-, . Pada kelompok tersebut diberitahukan bahwa salah satu kelompok mengacungkan uang ke kelompok lawan. Juga uang diacung-acungkan kepada seorang ibu yang sedang membawa anak yang masih kecil.

Terkait kelompok yang menjadi aktor gesekan ini, sebelumnya pihak kepolisian sudah menyatakan pengawasannya semenjak kedua kelompok kondusif pada waktu awal Car Free Day (CFD). Namun sayang kiranya, ada anggota dari peserta yang tersesat dari kelompoknya.

Menanggapi hal terkait, Taufik Kurniawan, Wakil Ketua dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menerangkan bahwa gesekan yang terjadi antara kedua kubu kaos yang berbeda merupakan kesalahan dari kedua belah pihak. Hal ini tak bisa disalahkan di salah satu pihak karena dugaan intimidasi ataupun yang lainnya.

“Ya kalu memang tidak mau ambil risiko yang jangan memakai kaos yang bisa mengundang provokasi. Kalau sudah telanjur ke massa kan susah. Kecuali ada aparat yang terkait, seperti polisi misalnya,” terang Taufik Kurniawan pada media, di Jakarta, Rabu 02/05/2018. Disinyalir kedua pihak mendukung pihak tertentu dalam kepentingan pilpres tahun mendatang. Jelas-jelas hal ini melanggar ketentuan, kegiatan Car Free Day (CFR) seharusnya tidak boleh diisi dengan kegiatan berkonten politis.

Kejadian Car Free Day yang disinyalir diisi dengan kegiatan politis tersebut terjadi pada, Minggu, 24/04/2018. Hingga kini pihak terkait masih menyelidiki ada tidaknya unsur pidana yang bisa ditemukan dengan dugaan intimidasi.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here