Jokowi Revisi Cuti Bersama: Hanya Menggeser Penumpukan Pemudik

0
181

Jakarta, namalonews.com- Johan Budi Sapto Pribowo, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi menolak tatkala mendengar kabar bahwasanya Presiden Joko Widodo akan mengevaluasi cuti bersama pada libur Lebaran tahun 2018 ini. Lebih jelasnya Johan Budi mengatakan belum mengetahui hal tersebut. Beliau belum mengecek hal tersebut. Karena memang belum ada informasi yang ia dapatkan dari Presiden Joko Widodo.

Kabar terkini yang tersiar menyebutkan bahwanya Presiden Joko Widodo akan mengevaluasi dan merevisi perihal kebijakan akan libur lebaran yang sebelumnya telah dirilis oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dalam keterangannya, Presiden Joko Widodo menerangkan libur lebaran tersebut terlalu panjang.

Hal ini kurang sinkron dan dirasa tidak efektif dengan keadaan perekonomian yang sedang dialami negara Indonesia yang secara global tidak ada kepastian yang positif. Di sisi lain juga beredar bahwasanya cuti bersama tersebut akan dibuat dan diatur oleh peraturan yang ditetapkan oleh presiden. Dan tidak lagi menggunakan surat keputusan dari beberapa menteri.

Berita sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Asman Abnur mengatakan, pemerintah dalam hal ini Joko Widodo berencama mengavaluasi kembali masalah cuti bersama pada ibur lebaran tahun 2018. Rencana sebelumnya, Cuti bersama lebaran 2018 sebanyak sepuluh hari. Hal itu juga dimusyawarahkan antara Menteri Agama dan Menteri Ketenagakerjaan secara bersebelahan.

“Baru mau dirapatkan keputusannya. Jadi belum ada final terkait cuti bersama yang telah diputuskan beberapa waktu lalu,” terangnya pada media di Jakarta, Senin,30/04/2018.

Sebagaimana berita yang beredar sebelumnya, pemeritah akan menambah tiga hari dalam cuti bersama. Diperkirakan libur lebaran tahun ini jatuh pada tanggal 14 atau 15 Juni 2018. Sehingga libur lebaran pada tahun 2018 ini berlangsung pada tanggal 11 Juni dan berakhir tanggal 19 Juni 2018.

Hal  penambahan cuti bersama tersebut tercantum dalam SKB (Surat Keputusan Bersama) yang dibuat oleh tiga kementerian tentang libur nasional dan cuti bersama.

“Salah satu perihal penambahan cuti bersama yakni dengan perhitungan untuk mengurai arus lalu lintas sebelum lebaran maupun sesudah mudik lebaran,” kata Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, di Jakarta kemarin pada media.

Maka akan tambah panjang cuti libur dan lebaran pada tahun ini. Hal ini jika dilihat dalam tahun-tahun terakhir maka lebaran tahun ini akan menjadi lebaran yang paling panjang.

Keputusan ini disambut baik oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Dengan bertambahnya hari libur tentunya bias memberikan kepada masyarakat pilihan terkait hari dan waktu untuk mudik. Sehingga masyarakat bisa menentukan waktunya sedikit longgar.

Lalu lintas pun mungkin bisa terurai sehingga tidak berpotensi menimbulkan kemacetan yang berlarut. Karena masyarakat bisa menentukan waktu pulang mudik lebih panjang.

Namun sayang, Deddy, pengamat transportasi nasional mengatakan target pemerintah dalam mengurai dan menanggulangi kemacetan  belum maksimal. Keputusan pemerintah menambah waktu libur lebaran tidak efektif mengurangi kemacetan, hanya menggeser penumpukan pemudik yang hanya sementara.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here