Silaturahmi Politik Demi ‘Ini dan Itu’, Trik Ampuh di Tahun Politik

0
183

Jakarta, namalonews.com- Tahun 2018 disebut tahun politik karena akan ada pergelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 171 daerah: 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Selain itu, di tahun 2018 ini juga tahapan pemilu 2019 sudah memasuki tahap penting: penetapan parpol peserta Pemilu, pencalegkan, dan pencapresan.

Founder Lingkaran Survei Indonesia,  Denny J.A, memandang tahun 2018 sebagai tahun politik penuh intrik. Gonjang-ganjing politik menuju Pilpres 2019 pun bakal segera dimulai.  Maka, silaturahmi atau pertemuan tokoh-tokoh partai atau tokoh nasional pun sering dilakukan atas nama atau dengan dalih  demi ini dan itu.

“Ini adalah tahun politik, maka kita akan melihat semakin terjadi polarisasi politik dan semuanya berpusat peristiwa yang akan terjadi di tahun 2019,” kata Denny J.A.

“Yang akan terjadi,  adalah konfigurasi ulang koalisi politik. Akan bermunculan para penantang Jokowi di tahun 2019. Baik muncul karena memang kehendaknya pribadi ataupun dimunculkan oleh banyak kekuatan politiknya,” kata Denny.

Ia pun kemudian memprediksi sejumlah penantang Jokowi yang bakal berjuang keras tampil ke publik. Tujuannya, jelas, memperkuat basis pemilih dalam menghadapi Pilpres 2019. Ini bakal membuat situasi politik terus memanas sepanjang 2018.

“Mungkin Anies Baswedan akan sering muncul, Agus Yudhoyono juga demikian. Sementara Airlangga  Hartarto dengan Golkar yang baru merasa mendapatkan satu kesempatan baru untuk memulai kiprahnya secara nasional,” kata Denny.

Hari ini, Ketua MPR, Zulkifli Hasan, yang didorong untuk menjadi cawapres Prabowo  menggelar pertemuan dengan ekonom Rizal Ramli. Pertemuan digelar di lantai 9 Gedung Nusantara III, ruangan pimpinan MPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Zulkifli sempat melemparkan canda ke Rizal. Ia menyebut Rizal cocok jadi calon presiden.

“Nah, kalau ini cocok jadi capres,” ujarnya sambil tertawa.

Namun, sejurus kemudian Zulkifli menyebut pertemuannya dengan mantan Menko Kemaritiman itu untuk membahas situasi jelang Pemilu 2019. MPR memerlukan masukan dari berbagai tokoh demi berlangsungnya pemilu yang berkualitas.

“Ini kan masuk tahun politik kita ingin dengar tokoh-tokoh, sebagai Ketua MPR ingin dapat masukan-masukan dan pikiran-pikirannya. Bagi kita walaupun capres-cawapres banyak, pilkada, tahun politik, bagi MPR kan merah putihnya sama,” tandas Zulkifli.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here