Fadli Zon: Pernyataan Jokowi Soal Racun Kalajengking Memalukan

0
419

Jakarta, namalonews.com- Mengomentari pernyataan Presiden Jokowi soal pemberdayaan racun kalajengkin agar bisa kaya saat berpidato di Musrembang, Fadli sebut hal tersebut memalukan dan tidak layak untuk diucapkan oleh seorang Presiden.

“Menurut saya hal ini harus diusut karena kok bisa seorang Presiden mengatakan demikian. Menurut saya ini memalukan,” ujar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat tersebut saat ditemui di kompleks Parlemen di Senayan, Jakarta.

Fadli menyebutkan bahwa apa yang diucapkan oleh Jokowi dalam acara Musrembang tersebut tidak bertanggung jawab. Apalagi jika melihat selama ini Indonesia telah gencar dalam hal pembangunan infrastruktur.

“Lalu mengapa selama ini kita membangun infrastruktur, ingin divestasi Freeport yang merupakan tambang emas. Mengapa tidak dari pertama saja masyarakat disuruh untuk berternak kalajengking,” tutur Fadli.

Ia juga menambahkan jika mungkin Presiden Jokowi seharusnya mencoba itu terlebih dahulu agar bisa menjadi contoh serta teladan bagi masyarakat untuk berternak kalajengking.

Fadli juga menjelaskan bahwa selama ini ia tak pernah menjumpai seorang Presiden yang dengan berani mengatakan hal semacam itu. Dia juga mengatakan bahwa ia heran mengapa para menteri serta orang-orang terdekat dengan Presiden Jokowi tidak mengingatkan soal itu sebelum ia berbicara.

“Saya kira tidak ada dalam sejarahnya presiden Indonesia berbicara seperti itu. Ini benar-benar membuat saya tidak mengerti, mengapa kok bisa ya? Tim presiden dari sekretariat itu ada banyak. Kemudian, ada juga Sekneg, KSP, ada Seskab segala kok ya apa yang mereka urusi? Masa iya presiden bisa berbicara seperti itu,” tambahnya.

Senada dengan Fadli Zon, politikus Partai Amat Nasional, Eggy Sudjana juga menyebutkan bahwa pemaparan Presiden Joko Widodo soal racun kalajengking itu bukan suatu hal yang benar.

“Budidaya kalejengking itu kan beresiko. Kalu sebelum diambil racunnya dipatuk dulu bagaimana,” kata Eggy saat ditemui di Kantor DPP PAN di Jakarta.

Ia juga menambahkan jika hal tersebut terjadi artinya Presiden Jokowi meracuni masyarakat melalui Kalajengking. Ia juga menyebutkan bahwa mungkin Presiden keliru soal itu atau mungkin tidak tahu soal itu.

“Jokowi istighfar lah,” tambah Eggy.

Eggy juga sempat hitung-hitungan soal hutang Indonesia yang saat ini mencapai Rp 4 triliun. Artinya dibutuhkan sekitar 28 miliar kalajengking untuk bisa melunasi hutang tersebut dengan asumsi bahwa satu liter racun tersebut bernilai Rp 147 miliar.

Menurut Eggy gagasan yang disampaikan Presiden Jokowi tersebut bukanlah sebuah ide yang kreatif. Melainkan menurutnya merupakan suatu gagasan yang membahayakan rakyat.

“Engga benar itu. Masa rakyat disuruh kena racun,” katanya.

Sebelumnya memang telah dilaksanakan Musrembang 2018 di Jakarta dan dalam acara tersebut Presiden Jokowi memberitahu komoditas apa yang saat ini paling mahal di seluruh dunia. Dalam pidatonya, ia memaparkan bahwa emas bukan lagi komoditas paling mahal, tetapi rajun kalajengking lah yang paling mahal di dunia saat ini.

Dalam paparannya di hadapan para kepala daerah tersebut, Jokowi sambil bercanda mengungkapkan bahwa jika seseorang ingin kaya maka ia bisa berjualan racun kalajengking tersebut.

Jokowi menyebutkan bawa harga racun kalajengking tersebut dapat mencapai angka USD 10,5 juta per liternya. Atau sama dengan Rp 145 miliar per liter.

“Jadi, Pak Bupati dan Pak Walikota, kalau mau kaya bisa cari racun kelajengking,” tukas Jokowi pada pertemuan bersama Bupati dan Walikota tersebut.

Dilain sisi, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto membela Presiden Jokowi terjait kritik yang ditujukan padanya soal bisnis pemberdayaan racun kalajengking. Menurut Hasto, Presiden Jokowi hanya memberi contoh pada masyarakat tentang peluang usaha yang bisa dikelola.

“Ya Pak Jokowi kan hanya memberi contoh ada berbagai sumber daya ekonomi yang bisa dikelola oleh masyarakat. Mulai dari ternak lele, ternak ayam buras dan berbagai bisnis lain yang ditawarkan oleh pemerintah,” ujar Hasto saat ditemu di Kantor DPP PDI Perjuangan di Menteng, Jakarta.

Dan ia juga menambahkan kalau racun kalajengking itu sebenarnya merupakan salah satu bentuk kearifan lokal karena di daerah biasanya racun ini digunakan juga sebagai obat atau minyak.

“Tentu apa yang disampaikan presiden juga disertai dengan komitmen untuk mengembangkan penilitian terkait dengan hal tersebut,” tutupnya.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here