Jokowi: Pro Kontra Racun Kalajengking

0
411

Jakarta, namalonews.com- Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019. Murenbangnas ini merupakan  bentuk koordinasi penyelarasan rencana pembangunan nasional dengan rencana pembangunan daerah.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro,  dalam pidato pembukaan menjelaskan bahwa melanjutkan tahun sebelumnya, kebijakan penyusunan RKP 2019  mengusung tema Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas.

Musrenbangnas RKP 2019 dibuka oleh Presiden Joko Widodo, (Jokowi) dan dihadiri para pimpinan Lembaga Tinggi Negara, para Menteri, dan Kepala Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, para Gubernur, para Bupati/Walikota, serta para pemangku kepentingan pembangunan lainnya. Musrembang tersebut berlangsung di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (30/4/2018).

“Ada fakta yang menarik, yang saya dapat dari informasi yang saya baca, komoditas yang paling mahal di dunia adalah racun scorpion, racun dari kalajengking. Harganya USD 10,5 juta, artinya Rp 145 miliar per liter. Jadi kalau mau kaya, cari racun kalajengking,” kata Jokowi.

Kemudian, Jokowi  menambahkan  bahwa harga racun kalajengking yang  sangat mahal tersebut masih kalah jika dibandingkan dengan harga Californium 252. Harga pasaran Californium  saat ini mencapai USD 27 juta per gram atau Rp 357 miliar per gram.

“Pak gubernur, pak bupati, pak walikota kalau mau kaya cari racun kalajengking,” ujarnya

Pernyataan Jokowi tentang racun kalajengking pada Musrenbangnas RKP 2019 tersebut menimbulkan tanggapan yang beragam dari berbagai kalangan dan profesi. Ada yang pro  dan  ada yang kontra.

“Tapi memang tidak mudah. Pertama, cari dulu kalajengkingnya. Kedua, kasih pengertian ke kalajengking dan seterusnya,”  celoteh pengamat politik dari  Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio. Kata dia, data tentang kajian, harga, dan peruntukan kalajengking memang masih belum tersedia dengan baik. Atas alasan itu, dia menilai ada makna tersirat dalam pernyataan Jokowi tersebut.

“Mungkin Jokowi ngajak rakyatnya kerja keras, kreatif, dan ambil risiko kalau mau dapat rezeki besar. Mungkin ajakan untuk kerja keras walau nyawa taruhannya,” tukasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono,  mengkritik sepenggal isi pidato Jokowi di forum Musrenbangnas dalam Rangka Rangka Penyusunan RKP 2019 yang menyinggung soal harga racun kalajengking.

“Pak Jokowi harus menjelaskan dari mana dapat bahan tentang racun kalajengking. Agak mengherankan kalau pernyataan seperti ini disampaikan di hadapan peserta Musrenbangnas yang terhormat,” kata Ferry Juliantono.

Wasekjen PPP, Achmad Baidowi,  membela Jokowi terkait pidato yang menyinggung harga racun kalajengking dalam forum Musrenbangnas. Achmad Baidowi mengatakan pidato itu jangan dipahami sepotong-sepotong agar maksudnya utuh tersampaikan.

“Ya memahami pidato Jokowi jangan sepotong-sepotong biar tidak salah paham. Dalam konteks pernyataan tersebut ingin disampaikan bahwa peluang wirausaha cukup banyak dan harga paling besar bukan emas tapi racun kalajengking yang bisa dibuat bahan obat,” katanya.

Partai Golkar membela Jokowi yang dikritik terkait pidatonya soal racun kalajengking di forum Musrenbangnas. Menurut Golkar, isi pidato Jokowi harus dimaknai utuh, jangan dangkal.

“Harus dipahami konteksnya pernyataan Pak Jokowi soal kalajengking itu. Beliau ingin men-challenge para kepala daerah dalam acara Musrenbangnas bahwa sesungguhnya potensi kekayaan alam yang dimiliki bangsa kita, terutama di daerah-daerah itu, luar biasa melimpahnya,” ujar Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here