Relawan “2019GantiPresiden” Deklarasi Akbar, Minggu 6 Mei

0
697

Jakarta, namalonews.com- Walaupun pemilu Presiden masih lama, yakni tahun depan, namun Gerakan #2019GantiPresiden rupanya kian hari kian meluas. Deklarasi akbar #2019GantiPresiden  akan digelar oleh para relawan pada hari Ahad tanggal 6 Mei 2018.

“Ya, benar. Insyaallah, agenda damai itu digelar Ahad, 6 Mei 2018,” kata Mardani  Ali Sera. Mardani  Ali Sera menambahkan bahwa deklarasi akbar relawan #2019GantiPresiden akan dilakukan secara damai dan santun.

“Saya ingatkan kembali bahwa gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan damai dan santun, bukan gerakan anarkis, ini gerakan konstitusional yang dilindungi Undang-Undang dalam menyatakan pendapat & aspirasi,” demikian cuitan Mardani dalam akun Twitter @MardaniAliSera.

Deklarasi ini, kata Mardani, akan melibatkan banyak tokoh nasional.

“Penanggung jawab deklarasi nanti adalah Bu Neno Warisman. Dan banyak tokoh nasional yang nanti akan menghadiri deklarasi tersebut,” ungkapnya.

Mardani mengingatkan lagi agar pada deklarasi  tersebut  jangan sampai ada penyusup yang berbuat provokasi.

“Karenanya jangan sampai terjadi lagi penyusupan. Maka, semuanya harus sabar dan tidak terprovokasi. Kita harus jaga gerakan ini menjadi gerakan bersih dan terus menjaga niat untuk kebaikan negeri, hormati semua orang khususnya perempuan dan anak-anak,” tulis Mardani.

“Monggo kawan-kawan para pecinta gerakan #2019GantiPresiden silakan merapat. Lokasi depan Bundaran Air Mancur Monas 6 Mei,” tulis Mardani, Jumat (4/5/2018).

Menurut salah satu tokoh yang mengisi acara, Neno Warisman, dalam acara itu juga bakal dilakukan peluncuran situs dan buku.

“Nanti ada peluncuran buku. Semacam buku panduan gitu dan juga peluncuran website,” imbuh Neno. Menurut Neno, isi buku bakal diluncurkan itu adalah panduan dalam menyuarakan aspirasi #2019GantiPresiden. Buku itu tidak ditulis oleh Neno, tetapi oleh sebuah tim advokasi terdiri atas 32 orang dengan latar belakang hukum.

Neno menyatakan buku itu dibuat karena dia tidak ingin ada orang yang melanggar hukum ketika mendukung tagar.

Neno meminta aparat tidak berlebihan jika ingin mengawal acara deklarasi. Begitu pula masyarakat yang memiliki pandangan dan sikap politik berbeda. Dia berharap tidak ada pihak yang merasa tersinggung dengan agenda deklarasi di Patung Kuda nanti.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here