Soal Resolusi Politik di Semenanjung Korea, Cina Janji Akan Mendukung

0
220

Jakarta, namalonews.com- Cina berjanji akan terus memainkan peran yang positif dalam upaya untuk mencari resolusi politik yang sedang bergulir di Semenanjung Korea. Hal tersebut dinyatakan oleh Wang Yi selaku Penasehat Negara yang juga merupakan Diplomat Tinggi Pemerintah Cina kepada Menteri Luar Negeri Korea Utara.

Wang datang ke Pyongyang setelah pertemuan bersejarah antara Presiden Korea Selatan saat ini Moon Jae-in dengan Presiden Korea Utara Kim Jong-un minggu lalu. Dan dalam pertemuan tersebut, kedua pihak telah berjanji untuk terus meningkatkan hubungan.

Pada sebuah pernyataan yang disampaikan pada Rabu malam (2/5/2018) waktu setempat, Wang mengungkapkan ucapan selamat atas keberhasilan pertemuan antara pimpinan kedua negara tersebut yaitu Korsel dan Korut kepada Ri Yong Ho, Menteri Luar Negeri Korut.

Wang juga menyampaikan bahwa Cina akan terus mendukung penuh keputusan Korea Utara untuk denuklirisasi di kawasan Semenanjung Korea. Dan juga keputusan Korea Utara untuk meningkatkan pembangunan dalam bidang ekonomi.

“Harapannya dialog antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Demokratik Korea (Korut) dapat dilakukan dengan sukses hingga akhirnya kemajuan substansial akan terbuat,” ujar Wang.

Hal tersebut dikatakan Wang terkait dengan rencana Kim Jong-un untuk mengadakan sebuah pertemuan dengan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Cina melalui Wang juga mendukung secara penuh terkait dengan resolusi dan juga mendukung sepenuhnya untuk meningkatkan hubungan antara Korea Selatan dan Korea Utara.

“Cina berkeinginan untuk memperkuat komunikasi dengan Korea Utara dan akan terus memberikan peran yang positif dalam pencarian solusi politik terkait dengan masalah yang ada di semenanjung Korea,” tambahnya.

Beijing juga semakin menunjukan bahwa saat ini negaranya mempunyai peran yang penting untuk mencari solusi abadi terkait dengan perdamaian antara dua negara Korea tersebut.

Akan tetapi, Cina khawatir jika kepentingannya bisa diabaikan, apalagi setelah Pyongyang dan Washington semakin memiliki hubungan yang dekat. Global Times yang merupakan media yang dikelola pemerintah Cina menyebutkan adanya anggapan bahwa Cina sedang dipinggirkan adalah suatu usaha dangkal yang dilakukan untuk memanipulasi opini rakyat.

Menurut Global Times, Negara Tirai Bambu ini lebih memilih jalan diplomasi yang tenang. Salah satunya adalah dengan melakukan pertemuan bersama Kim dan Xi.

“Tapi Korea Selatan, terkait dengan tujuan politiknya sendiri, telah membuat banyak opini tentang apa sebenarnya dibalik pertemuan antar-Korea tersebut,” kata Wang.

Ia juga menyoroti soal Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang sudah mulai mengklaim kredit untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kim-Trump bahkan sebelum hal tersebut dimulai.

Cina sendiri merupakan salah satu pendukung diplomatic dan ekonomi Korea Utara yang paling penting. Negara ini bahkan sempat menunjukan rasa kesalnya terkait dengan uji coba nuklir serta rudal yang dilakukan oleh Korut secara berulang kali.

Namun, terkait dengan upaya peningkatan hubungan Korut dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat, Cina sangat menyambut baik langkah tersebut.

Sebelumnya, pada Jumat (27/04/2018) telah berlangsung pertemuan antara Pemimpin Korut dan Korsel di Rumah Perdamaian. Lokasi tersebut terletak di batas demarkasi militer sisi Korsel tepatnya di wilayah genjatan senjata yaitu Desan Panmunjom.

Pertemuan tersebut dilakukan setelah hubungan diplomatic antara keduanya semakin memanas dalam periode yang singkat. Menjadi pertemuan yang ketiga kali setelah kedua pemimpin negara tersebut sudah saling bertemu sejak Perang Korea dimulai di tahun 1950, pertemuan ini dianggap bersejarah karena akhirnya kedua belah pihak berjanji untuk mengakhiri perang tersebut segera mungkin.

Pertemuan tersebut mendapatkan kesimpulan yang positif seperti yang disebutkan oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Bahkan juga disebut sebagai awal baru untuk menuju kemakmuran bersama.

Kedua belah pihak mengatakan bahwa mereka akan bekerjasama dengan Cina dan Amerika Serikat untuk menyatakan secara resmi bahwa Perang Korea telah berakhir dan mencari keputusan bersama menuju perdamaian permanen.

Hasil pertemuan tersebut menyebutkan bahwa Korea Utara dan Korea Selatan resmi mengakhiri Perang Korea yang sudah membuat keduanya bermusuhan selama kurang lebih 65 tahun belakangan ini.

Dan sebagai salah satu negara terdekat baik secara wilayah dan diplomatik, Cina berjanji akan mendukung hasil dari pertemuan tersebut.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here