Asian Games 2018, Kapolri Berharap Tidak Ada Konflik Politik

0
174

Jakarta, namalonews.com- Jendral Pol Tito Karnavian selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing dalam konflik politik selama diselenggarakannya Asian Games 2018. Menurutnya, sudah sepantasnya masyarakat menganggap hal ini sebagai pesta besar yang membawa nama bangsa.
“Asian Games adalah sebuah momentum untuk persatuan bangsa,” tutur Tito dalam diskusi yang berlangsung pada Rabu, 2 Mei lalu.
Ia berharap masyarakat bisa menilai pesta besar yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang ini sebagai suatu hal yang mempertaruhkan nama Indonesia di mata dunia.
Menurut Tito, Kepolisian Republik Indonesia akan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi terkait dengan pelaksanaan Asian Games yang notabene berlangsung setelah pendaftaran capres untuk Pemilihan Presiden tahun 2019 yang diselenggarakan pada 4 sampai 10 Agustus 2018.
“Urusan politik dalam negeri memang penting, tetapi kita tak boleh berpikir mengenai itu saja,” ujar Tito. Hal tersebut karena, menurutnya, ada sebuah event besar sekelas Asian Games yang sebenarnya bisa mendinginkan suhu politik yang saat ini mulai memanas.
Tito berharap masyarakat tidak perlu terpolarasi maupun terpecah belah pada saat Asian Games berlangsung nanti. Tidak seperti kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 29 April lalu di hari bebas kendaraaan bermotor.
Tito mengaku kecewa terhadap kegiatan tersebut karena sudah adanya polarisasi terkait politik, padahal agenda pendaftaran calon presiden saja belum berlangsung.
Melanjutkan hal tersebut, ia menilai bahwa ada usaha intimidatif dibalik hal tersebut. Dan Polri tentu tidak mau masyarakat terjebak di dalam perpecahan yang terjadi tersebut.
Kepolisian RI sendiri berencana untuk menurunkan kurang lebih 36 ribu personelnya untuk bertugas mengamankan atlet beserta ofisial, wisma atlet, arena pertandingan yang digunakan, awak media, hingga masyarakat luas yang akan menonton pertandingan di perhelatan olahraga terbesar di Asia tersebut.
Kata Tito, akan ada dua tahap penting dalam penyelenggaraaan Asian Games tersebut yang akan diamankan yaitu pawai obor yang dimulai dari Juli serta pertandingan Asian Games itu sendiri yang akan dimulai 18 Agustus.
Kapolri juga berjanji bahwa ia bersama personelnya akan mengamankan semua kota yang menjadi tuan rumah penyelenggara perhelatan besar se-Asia ini. Pengamanan yang dilakukan tersebut termasuk pengamanan dari ancaman kejahatan jalanan hingga terorisme.
Selain itu, pengaturan lalu-lintas tentu juga akan diamankan demi terselenggaranya semua event Asian games tersebut dengan lancar dan aman.
“(Pengamanan akan dilakukan, red) Bersama TNI serta para pemangku kepentingan lainnya terkait keamanan,” ujar Tito.
Ia juga menambahkan bahwa segenap Kepolisian RI akan siap untuk melaksanakan pengamanan di setiap provinsi yang akan menyelenggarakan Asian Games tersebut termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Sumatera Selatan.
Perhelatan besar yang akan berlangsung di empat provinsi tersebut ini akan berlangsung mulai dari 18 Agustus 2018. Untuk menyambut perhelatan akbar yang tinggal hitungan bulan tersebut juga sudah dilakukan berbagai kegiatan seperti acara bertema “Road to Asian Games 2018”.
Kegiatan bertajuk Road to Asian Games 2018 tersebut telah dilaksanakan pada Rabu, 2 Mei lalu di Hotel Le Meridien. Selain dihadiri oleh Kapolri Tito Karnavia, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dan Ketua INASGOC Erick Thohir, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Menpora RI Imam Nahrawi dan juga Triawan Munaf yang merupakan wakil dari Bekraf.
Erick Thohir selaku Ketua INASGOC mengungkapkan bahwa Asian Games ini merupakan suatu kesempatan besar bagi bangsa Indonesia untuk unjuk gigi ke masyarakat internasional. Karena itu, bisa dibilang Asian Games 2018 ini bukan hanya sekedar soal pertandingan olahraga saja.
“Asian Games juga merupakan nasional branding untuk mempromosikan Indonesia di dunia internasional,” kata Erick.
Event olah raga ini sendiri akan melibatkan kurang lebih 15.000 atlet yang datang dari 54 negara di kawasan Asia. Sampai detik ini, sudah ada sekitar 26 kepala negara atau perdana menteri yang berencana untuk hadir pada saat pembukaan perhelatan akbar se-Asia tersebut. Beberapa kepala negara yang hadir tersebut antara lain Kim Jong-un selaku Presiden Korea Utara dan Moon Jae-in selaku Presiden Korea Selatan.
Terkait dengan kesiapan sarana dan prasarana untuk Asian Games 2018 ini sendiri disebutkan jika saat ini sudah mencapai 90 persen.
Secara keseluruhan kesiapan 76 venue yang akan dipakai untuk arena kompetisi ataupun latihan serta kesiapan 14 non venue yang seluruhnya akan digunakan dalam perhelatan akbar tersebut sudah mencapai angka 90,53 persen. Angka ini tentu lebih tinggi jika dibandingkan dengan rencana awal yang hanya 89,3 persen saja.
Sedangkan untuk target penyelesaian semua sarana dan prasarana yang akan digunakan pada Asian Games 2018 ini diperkirakan akan selesai pada Juni 2018 mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dalam perhelatan Asian Games 2018 ini ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana.
Selaku wakil dari Basuki Hadimuljono dalam pertemuan dengan tajuk “Road to 18th Asian Games 2018” tersebut, Sri Hartoyo menyebutkan bahwa ada tiga kesuksesan yang dapat diraih jika Asian Games ini berjalan dengan sukses.
“Seperti yang sudah sering disampaikan oleh Wapres Jusuf Kalla bahwa Asian Games pada intinya adalah tiga hal yaitu sukses penyediaan tempat atau infrastruktur, kedua yaitu sukses penyelenggaraan dan yang ketiga sukses prestasi,” kata Hartoyo.
Hartoyo juga menambahkan jika saat ini pekerjaan yang tengah dalam tahap penyelesaian adalah pembangunan serta renovasi venue yang menjadi tugas tambahan. Selain itu, penyesuaian fasilitas untuk difabel seperti ukuran kamar dan lift di wisma altlet Kemayoran juga sedang dalam tahap penyelesaian dan diharapkan bisa selesai pada Juni nanti.
Sedangkan untuk renovasi venue di kawasan Gelora Bung Karno yang sudah dikerjakan dari tahun 2017 saat ini sudah selesai 100 persen.
Di tahun 2018, komplek Gelora Bung Karno juga dilakukan pengerjaan venue untuk Squash yang pada akhir 2017 baru dikerjakan 20 persen saja. Selain itu, ada juga penataan kawasan Gelora Bung Karno serta pembangunan sejumlah dua gedung parkir dengan tiga lantai di area Parkir Timur dengan total kapasitas seribu mobil.
Renovasi komplek GBK sendiri disebut sebagai percontohan untuk green building serta kawasan hijau dalam rangka meningkatkan kualitas dari ruang publik yang ada di kota Jakarta. Salah satu caranya adalah dengan memasang solar panel yang dapat memproduksi 1,5 MW dan ada juga cofftea house yang nantinya bisa dipakai oleh masyarakat.
Pembenahan venue untuk Asian Games tersebut bukan hanya dikerjakan oleh Kemterian PUPR saja, Pemprov Jakarta, Pemprov Jawa Barat serta Pemprov Sumsel juga terlibat karena provinsinya juga dipakai untuk menjadi tuan rumah pagelaran pertandingan olahraga terbesar di Asia tersebut.
Yang pasti, Asian Games 2018 ini diharapkan dapat menjadi event besar yang sukses meski berlangsung ditengah panasnya suhu politik yang ada di Indonesia saat ini.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here