PBB Bahas Langkah Politik ke Depan di Mukernas

0
152

Jakarta, namalonews.com- Menjelang musim politik di tanah air, partai politik yang saat ini dikomandoi oleh Yusril Ihza Mahendra, Partai Bulan Bintang, akan membahas soal langkah politik partai ke depannya pada Mukernas.
Seperti yang diungkapkan oleh Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB), Afriansyah Ferry Noer, PBB akan membahas mengenai langkah politik mereka ke depannya dengan salah satu poin pokok pembahasan tentang dukungan calon presiden di Pilpres 2019.
Sampai saat ini, PBB sendiri masih mengusung Yusril Ihza Mahendra sang Ketua Umum untuk maju menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden mendatang. Pembahasan terkait isu tersebut akan dibawa ke Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) partai yang akan diadakan di Hotel Penisula, Jakarta pada tanggal 4-6 Mei 2018.
“Hingga saat ini PBB masih mengusung Pak Yusril untuk menjadi capres. Apakah ada perubahan atau tidak nanti akan dibahas saat mukernas,” jelas Afriansyah pada Jumat (4/5/2018).
Akan tetapi, rencana dukungan tersebut nampaknya harus terganjal dengan aturan ambang batas untuk pencalonan presiden. Karena untuk menjadi seorang calon presiden atau pun wakil presiden, seorang bakal calon harus didukung setidaknya oleh 20 persen kursi yang ada di parlemen atau 25 persen perolehan suara yang sah secara nasional pada Pemilu.
Hal tersebut seperti yang tercantum dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 pasal 222 tentang penyelenggaraan pemilu.
Bukan hanya soal dukungan untuk calon presiden, pada Mukernas tersebut juga akan dibahas soal rencana kerja Partai Bulan Bintang untuk satu tahun ke depan. Selain itu akan dibahas juga evaluasi kerja selama satu tahun ke belakang.
Menurut Afriansyah sendiri, saat ini partainya memang belum terlalu proaktif soal pembahasan calon presiden maupun wakil presiden. Hal tersebut karena partainya masih sedang fokus dalam memenangkan Pilihan Legislatif di 2019 mendatang.
Pada Pilihan Legislatif di tahun 2019 nanti, PBB menargetkan sembilan hingga 14 persen perolehan suara nasional. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh sang Ketua Umum Yusril Mahendra.
“PBB memang sudah diajak membicarakan capres dan cawapres. Namun, PBB masih tidak proaktif sebab PBB tidak memiliki threshold lima tahun lalu. Yang menjadi target PBB sekarang ini adalah harus bisa menjadi salah satu partai politik pemenang pemilu,” jelas Yusril saat ditemui di kantor Dewan Perwakilan Pusat PBB di Jakarta pada Kamis, 3 Mei lalu.
Terkait dengan target sembilan sampai 14 persen suara, Yusril juga menambahkan bahwa paling tidak PBB bisa mendapatkan satu wakil dari satu dapil (daerah pemilihan).
“Minimum satu dapil satu wakil dan ada 80 dapil. Ini sangat realistis dan semoga tercapai,” ujar Yusril.
Menyambut Pemilu yang akan datang, Yusril yakin jika nasib partainya akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu yang seperti diketahui partainya tidak memperoleh satu kursi pun di parlemen.
Kini menyambut Pilihan Legislatif 2019, Yusril berharap ada kemajuan karena PBB sudah dipastikan untuk ikut dalam pemilu dari jauh-jauh hari sebelum masa pendaftaran caleg (calon legislative) berlangsung.
“Dulu kami (PBB) susah payah saat menyusun caleg dan mempersiapkan Pemilu. Beda dengan sekarang. Sekarang kami sudah dari jauh hari ikut pemilu,” terang Yusril.
Senada dengan Afriansyah, Yusril juga menambahkan bahwa untuk saat ini partainya tengah menyiapkan para bakal calon legislative yang sebelumnya sudah mendaftar ke partainya.
Ia juga menambahkan jika beberapa partai maupun perorangan juga sudah berkomunikasi soal pencalonan presiden dan wakil presiden, dan ada pula ajakan untuk koalisi. Tetapi, memang saat ini fokus partai lebih ke Pemilihan Legislatif dan persoalan capres dan wapres tersebut baru akan dibahas pada Mukernas.
“Mengingat dinamika politik yang sangat tinggi ini kemungkinan pada Mukernas PBB hanya disampaikan garis besar saja tentang bagaimana PBB akan menyikapi persoalan pencalonan presiden dan wakil presiden,” jelas Yusril.
Dalam keterangan terpisah, Afriansyah juga mengungkapkan bahwa partainya memang sudah melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain dan saat ini pun masih terus berjalan, seperti yang dijelaskan oleh Yusril sebelumnya.
Akan tetapi, Afriansyah menjelaskan bahwa sampai saat ini memang belum ada komunikasi yang intensif dan serius soal pembahasan dukungan terhadap capres dan cawapres.
“Komunikasi politik memang ada, tetapi belum ada yang serius untuk dibahas. Untuk persoalan seperti capres atau cawapres, sampai sekarang ini kami masih konsen ke legislatif,” jelas Afriansyah.
Afriansyah lalu menambahkan jika pihaknya juga sudah mengundang beberapa tokoh untuk bisa hadir dalam Musyawarah Kerja Nasional PBB kali ini. Diantaranya yang diundang adalah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno selaku Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Selain itu, Arief Budiman selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Abhan yang merupaan Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) juga turut diundang untuk hadir di Mukernas Partai Bulan Bintang tersebut.
“Ketua PB Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj juga akan hadir untuk memberi sambutan,” tambah Afriansyah.
Mukernas PBB pun saat ini masih berlangsung. Tetapi beberapa kabar sudah mulai muncul ke permukaan pada awal pembukaan Mukernas PBB pada Jumat, 4 Mei lalu. Salah satunya adalah dukungan PBB yang tidak akan ditujukan pada Joko Widodo pada Pilpres mendatang.
“Dari awal kami sudah tidak mau (mendukung Joko Widodo),” jelas Yusril saat ditemui setelah membuka Mukernas PBB.
Meskipun begitu, sampai saat ini Yusril mengatakan bahwa pihaknya memang belum menentukan sikap soal sosok yang akan mereka dukung pada Pilihan Presiden 2019 mendatang. Oleh sebab itu, PBB belum berencana untuk menggelar deklarasi.
Saat disinggung soal merapat ke Partai Gerindra atau poros ketiga, Ketua Umum PBB ini pun enggan untuk berkomentar lebih jauh. Karena keputusan terkait semua itu baru akan diambil saat Mukernas yang saat ini masih sedang berlangsung.
“Kami akan menimbang mana yang lebih baik,” kata Yusril.
Dan terkait dengan pencalonan dirinya untuk menjadi calon presiden, lebih lanjut Yusril mengatakan bahwa dirinya tidak begitu berambisi untuk mencalonkan diri sebagai presiden maupun wakil presiden untuk Pemilihan Umum di tahun 2019 nanti.
“Saya tidak begitu ngotot capres dan cawapres sebab (hal itu) dikembalikan pada mekanisme di partai dan peluang yang ada pada rakyat. Dan tugas saya saat ini adalah mempersiapkan PBB,” jelas Yusril.
Terkait dengan calon presiden dan wakil presiden yang akan PBB dukung pada Pilpres 2019 nanti, Yusril mengatakan bahwa hal tersebut akan diputuskan setelah mendengar masukan dari semua kader PBB yang datang dari berbagai wilayah di tanah air. Karena seperti yang dijelaskan pada keterangannya sebelumnya, PBB ingin fokus ke Pileg.
“Itu (dukungan capres dan cawapres) tergantung pembicaraan pada mukernas ini. Kami wajib mendengar masukan dari daerah juga dan mendengar pandangan dari para ulama yang ada di majelis syuro,” tutup Yusril.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here