Polemik Politik di Masjid, Itu Sah Saja

0
507

Jakarta, namalonews.com- Terus bergulir, pro kontra tentang berpolitik di tempat ibadah. Hal ini sampai menyita perhatian Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo angkat bicara. Polemik ini dianggapnya menjadi masalah yang harus segera diselesaikan.

Lebih lanjut Gatot Nurmantyo merasa kurang sreg dan sakit hati tatkala mendengar ada yang bilang masjid disinyalir dilarang dalam pembahasan masalah politik. Lebih lanjut, Gatot Nurmantyo menerangkan bahwa yang menyampaikan larangan bahwa masjid tidak boleh dipakai untuk membahas politik itu disebutnya ada dua golongan. Yang pertama bahwa orang itu beragama islam. Dalam hal ini mungkin orang tersebut kurang begitu mendalam tentang agama islam yang dianutnya. Selanjutnya golongan orang yang kedua kalau dia bukan umat islam. Yakni orang itu sok tahu tentang agama islam.

Dalam keterangan detailnya, Gator Nurmantyo menjelaskan hal tersebut yang dihubungkan dengan kisah yang dialami oleh Rasulullah. “Rasulullah saja berbicara mengenai masalah politik pemerintahan di Raudah,” jelasnya.

Islam itu merupakan agama rahmatan lil alamin, Islam itu merupakan rahmat bagi semesta alam. Lebih lagi, di dalam kitab suci agama islam juga disebutkan berbagai ilmu yang mengatur pelbagai segi kehidupan. Bahkan ilmu turunannya pun sangat banyak dapat pengaturan hukum alam.

“Ya semua ada tentang ilmu-ilmu alam di dunia ini. Baik ilmu kedokteran, ilmu astronomi atau perbintangan maupun semua ada,” terang Gatot Nurmantyo. Bahkan ilmu tentang politik dan ilmu pemerintahan.

Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa jikalau pembicaraan tentang politik itu dilarang dalam masjid, padahal di dalam kitab suci orang islam, Al Quran juga mengatur hubungannya manusia dengan pemerintahan dan juga politik. Untuk hal itu Gatot Nurmantyo merasa bingung menyikapinya dalam kehidupan. Padahal semua itu di Al Quran juga diatur.

“Bahkan seorang muslim yang baik bakal mencontoh ibadah apa pun terhadap rasulnya,” tambahnya.

Misalnya jikalau rasul berbicara tentang pemerintahan ataupun politik di Raudah yakni di Masjid Nabawi namun hal itu dilarang ditiru tentunya akan menjadi membingungkan. Seorang kolifah atau pemimpin yang bagaimana yang selanjutnya menjadi tuntutan ketauladanan.

Lebih lanjut lagi Gatot Nurmantyo, “Seharusnya bukan bicara masalah politik yang dilarang di masjid. Tapi lebih ke pembicaraan adu domba, mengajak atau ajakan yang tidak benar yang dilarang itu. Itu baru benar,” terang Gatot. Selain itu, tujuan politik itu jelas benar baik, namun acapkali saja disalahartikan.

“Kini perlu diluruskan soal polemik masjid untuk berbicara politik. Nanti kalau sampai terjadi, malah orang akan takut datang ke masjid,” terangnya pada media kemarin di Jakarta. Gatot Nurmantyo menjelaskan polemik di masjid dilarang untuk bicara politik itu hanya isu dan bukan terjadi sebenarnya. Tidak mungkin pemerintah melarang masjid untuk bicara politik.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here