Survei Elektabilitas Jokowi Tinggi Hingga Spanduk “Jokowi Sekali Lagi” yang Bertebaran di Sumut

0
6830

Jakarta, namalonews.com- Menjelang pesta politik yang akan segera bergulir, berbagai lembaga survei di Indonesia mulai untuk menjalankan survei terkait siapa yang akan masyarakat untuk calon presiden di tahun 2019. Hasilnya, Jokowi masih menjadi figur kuat dengan nilai elektabilitas yang tinggi.
Mengutip survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas, elektabilitas Joko Widodo naik dari survei yang sebelumnya sudah dilakukan beberapa bulan sebelumnya. Sementara elektabilitas dari calon penantang terkuat Prabowo Subianto mengalami penurunan.
Dalam hal ini, responden yang akan memilih Jokowi jika pilpres nanti ia dicalonkan mencapai angka 55,9 persen. Pada survei sebelumnya, elektabilitas Presiden Jokowi hanya 46,3 persen saja atau memiliki selisih 9,6 persen.
Sedangkan elektabilitas dari Ketua Umum Partai Gerindra saat ini Prabowo Subianto mengalami penurunan sebanyak 4,1 persen. Sebelumnya Prabowo mendapatkan angka 18,2 persen dan pada survei terbaru tersebut, ia hanya mengantongi 14,1 persen saja.
Bukan hanya pada Prabowo, tetapi beberapa calon potensial lainnya seperti mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo juga mengalami penurunan pada survei elektabilitas tersebut. Calon lainnya pun demikian dengan angka elektabilitas yang menjadi tidak lebih dari 1 persen.
Selain itu, dukungan bagi Joko Widodo pun terus mengalir terkait dengan pencalonannya kembali menjadi presiden di pilpres 2019 nanti. Di Sumatera Utara, spanduk dengan tagar “Jokowi Sekali Lagi” bahkan banyak bertebaran di berbagai tempat.
Spanduk tersebut dapat ditemui di banyak lokasi baik di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat. Ternyata, spanduk-spanduk tersebut sengaja dipasang oleh ormas yang menamakan dirinya MAPAN atau singkatan dari Masyarakat Peduli Pangan.
Wendi Loys yang didampingi oleh Sekretaris Mapan di Sumut Darwin Nababan membenarkan perihal tersebut. Mereka menyebut hal ini sebagai bentuk aspirasi terhadap Presiden Jokowi.
“Kami memang ingin Pak Joko Widodo untuk memimpin RI sekali lagi sampai 2024,” kata Wendi Loys melalui keterangan tertulis.
Ia juga membenarkan bahwa anggota-anggotanya telah menyebar spanduk-spanduk tersebut di berbagai tempat di Sumatera Utara.
Menurut Wendi, banyak hal baik yang dihasilkan oleh Presiden Jokowi terutama di Sumatera Utara. Hal tersebut meliputi pembuatan jalan tol yang baginya merupakan suatu hal yang sangat membantu dalam mempercepat distribusi komoditi pangan. Selain itu juga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara secara menyeluruh.
Kemudian, ia juga mengatakan adanya perbaikan sarana irigasi dan dibangunnya waduk besar di masa pemerintahan Jokowi juga sangat membantu karena bisa mengairi ratusan bahkan ribuan hektar ladang yang dimiliki para petani.
“Kami ingin semua pembangunan tersebut tetap berlanjut dan kami percaya apabila Pak Jokowi memimpin sekali lagi, maka pembangunan tersebut bisa dituntaskan,” tuturnya.
Selain itu, Wendi juga tak lupa untuk menyebutkan terkait kebijakan sertifikasi tanah yang digalakan oleh Presiden Joko Widodo di Sumatera Utara. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat luar biasa di Sumut.
Sampai sekarang, sudah lebih dari 30 persen yang mendapatkan bantuan berupa sertifikat tanah di Sumut. Dari rencana mencapai 3,9 juta hektar, saat ini sudah terealisasi kurang lebih 1,4 juta hektar. Hal ini tentu akan sangat berguna bagi masyarakat kedepanya.
Masyarakat juga banyak yang mengharapkan program ini untuk selesai dan tuntas. Dan jika Presiden Joko Widodo tidak lagi memimpin RI banyak kemungkinan jika program ini akan tertunda atau bahkan tidak akan dituntaskan.
Menurut Wendi, ada kebijakan lain dari pemerintahan Joko Widodo yang tak kalah berguna bagi seluruh masyarakat. Program yang disebut PKT atau Padat Karya Tunai juga dinilai sangat berguna bagi rakyat.
“Kami lihat (Program Padat Karya Tunai, red) di wilayah-wilayah lain sudah mulai dijalankan,” ungkap Wendi.
Melihat hal tersebut, Wendi berharap program tersebut juga bisa berjalan di Sumatera Utara. Hal ini dilakukan agar warga desa yang ada di Sumut bisa mempunyai penghasilan yang akhirnya juga bisa meningkatkan daya beli warga-warga yang ada di desa.
“Itulah alasan kami menghendaki kepemimpinan Presiden Jokowi sekali lagi,” tambahnya.
Dengan berbagai alasan tersebut lah kemudian dibuat spanduk-spanduk dengan tagar #Jokowi Sekali Lagi oleh organisasi MAPAN yang kemudian mereka sebar di seluruh Sumut.
Ternyata bukan hanya massa dari MAPAN saja yang menunjukan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo melalui spanduk Jokowi Sekali Lagi, politisi Partai Golongan Karya, Muhammad Misbakhun yang juga merupakan anggota DPR tersebut turut memasang baliho bentuk dukungan pada Jokowi.
Baliho raksasa yang dipasang di daerah Pasuruhan, Jawa Timur tersebut bukan hanya dipasang di satu titik saja melainkan di beberapa titik strategis di sepanjang jalan protokol dan juga Pantura.
Baliho dengan tulisan ‘Bersamamu Indonesia Maju’ dari relawan Gojo tersebut menampilkan gambar Presiden Joko Widodo bersama Ketum Golkar saat ini Airlangga Hartarto. Dan tak ketinggalan pula gambar Misbakhun dalam baliho tersebut.
Selain itu pada baliho tersebut juga dipasang beberapa sosial media untuk relawan Gojo yang bisa menjadi tempat bertemu antara masyarakat dengan mereka yang ada di perkumpulan tersebut melalui dunia maya.
“Baliho tersebut tepatnya ada di tiga titik strategis. Ini adalah wujud komitmen Pak Misbakhun yang merupakan kader Golkar untuk terus mendukung Pak Joko Widodo untuk menjadi presiden lagi,” jelas Zulkarnain yang merupakan pengelola Rumah Aspirasi Mukhamad Misbakhun yang merupakan Anggota DPR RI dari Dapil Jatim 2.
Baliho raksasa oleh relawan Gojo yang merupakan singkatan dari Golkar-Jokowi tersebut dipasang bersamaan dengan resminya masa reses para anggota Dewan Perwakilan Rakyat.
“Baliho berupa dukungan ini memang bukan yang pertama. Tetapi untuk kali ini dipasang tepat dengan masa reses anggota DPR RI,”tambah Zulkarnain.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini relawan Gojo atau Golkar-Jokowi ini sudah mulai ramai di Daerah Pilihan Jatim 2. Dan dengan adanya baliho tentang hadirnya relawan Gojo di Pasuruhan, Jatim tersebut tentu diharapkan bisa jadi mendatangkan masa yang lebih ramai lagi.
Dalam hal ini, partai berlambang beringin tersebut membentuk tim relawan dalam rangka pemenangan Joko Widodo dalam perhelatan Pilpres 2019 mendatang. Tim relawan tersebut sebenarnya juga bukan salah satu organ dari Partai Golkar, melainkan sebuah inisiasi dari DPP Parta Golongan Karya dan dikoordinasi oleh Rizal Mallarangeng selaku Wakil Ketua Koordinator Bidang Penggalangan Khusus untuk Partai Golkar.
Gerakan yang dikoordinasi oleh Rizal Mallarangeng tersebut disebutnya sebagai sebuah gerakan yang bersifat sukarela dan tidak hierarkis. Rizal pun menjelaskan bahwa untuk saat ini timnya lebih fokus untuk membangun jaringan.
“Kami mendahulukan networking,” tutur Rizal yang menjadi Koordinator Nasional untuk Relawan Gojo atau Golkar-Jokowi tersebut.
Selain itu, Rizal juga menyampaikan bahwa saat ini kegiatan relawan Gojo juga lebih fokus untuk menjalankan kegiatan sosial-budaya, kegiatan yang bertema edukatif serta kegiatan kreatif yang lebih mengarah ke anak muda. Bukan kegiatan yang lebih menjurus ke arah kampanye dan melulu soal politik.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here