Tak Mau Ikutan Perang Tagar, Partai Berkarya Bikin #2019KitaBerkarya

0
297

Jakarta, namalonews.com- Partai Berkarya menyebutkan bahwa pihaknya tidak mau terbawa arus perang tagar yang dilakukan oleh pendukung Presiden Jokowi dengan mereka yang tidak mau Presiden Jokowi untuk menjabat lagi di periode 2019 mendatang.
Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang menyebutkan bahwa partainya akan lebih fokus pada slogannya sendiri dibandingkan ikut berseteru untuk membuat perang tagar dan terlibat untuk mendukung salah satu pihak.
Seperti yang sudah banyak diketahui, saat ini sejumlah tokoh politik dan juga masyarakat sedang beradu slogan #Diasibukbekerja dan #2019GantiPresiden yang muncul di berbagai media.
“Kalau kami fokus ke #2019KitaBerkarya,” tutur Badaruddin.
Badaruddin lebih lanjut menegaskan bahwa seluruh kader dari Partai Berkarya yang dipimpin oleh Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto tersebut sebaiknya fokus untuk meraih target partainya pada Pemilihan Umum 2019 daripada ikut perang tagar yang sedang tren tersebut.
Semua perjuangan itu tentu harus dilakukan sesuai dengan misi serta tahapan yang sudah ditentukan oleh partai. Dengan kata lain, para kader Partai Berkarya memang tidak perlu ikut-ikutan untuk beradu tagar baik dengan pihak pendukung Presiden Joko Widodo atau pun pihak yang tidak berharap Jokowi kembali terpilih menjadi presiden.
“Kita harus fokus berkarya. Tidak ada hari tanpa penggalangan,” kata Badaruddin.
Selain itu, dibuatnya slogan #2019KitaBerkarya bukan hanya ditujukan untuk para kader Partai Berkarya saja melainkan ditujukan untuk masyarakat juga. Slogan tersebut, menurut Badaruddin, dibuat dalam rangka menyongsong Pemilihan Umum 2019 yang tidak menghitung waktu saja.
Ia juga menambahkan bahwa sebaiknya masyarakat tidak salah dalam memilih terutama saat memilih dalam Pileg atau Pemilu Legislatif jika masyarakat berkendak untuk Indonesia yang bisa terus berkarya.
“Jika mau berkarya berate ya pilih Partai Berkarya, jadi di tahun 2019 nanti kita semua berkarya,” tambah Badaruddin.
Terkait dengan periode pemilihan umum yang sebentar lagi akan berlangsung, Partai Berkarya sendiri melalui Ketua Umumnya menyebutkan bahwa mereka menargetkan untuk merebut 30 kursi di parlemen untuk daerah pemilihan di Kabupaten di Nusa Tenggara Barat.
Hal tersebut diungkapkan oleh sang Ketua Umum Tommy Soeharto saat ditemui di Mataram.
“Saya targetkan tiga kursi pada masing-masing kabupaten kota di Nusa Tenggara Barat. Jika itu terwujud, maka bisa terlahir 30 kursi yang dampaknya akan menghasilkan dua tempat di DPR,” ujar Tommy saat ditemui usai acara ‘Deklarasi dan Temu Kader Pengurus DPW, DPP Partai Berkarya se-NTB’ yang diselenggarakan di Mataram pada Kamis (3/5//2018).
Dia menyebutkan bahwa 30 kursi dengan jumlah rata-rata suara sekitar lima ribu jika dikalikan tiga kali untuk 10 Kabupaten/Kota maka akan ada perwakilan dari NTB untuk menduduki kursi di Parlemen nantinya.
Menurut Tommy, untuk bisa meraih target tersebut caranya adalah dengan menggunakan calon legislatif yang mumpuni dari daerah.
“Target nasionalnya adalah untuk menyumbang satu kursi dari setiap provinsi,” tambahnya.
Saat disinggung soal ada atau tidaknya rencana untuk ikut bertarung di Pemilihan Presiden 2019, Tommy menegaskan bahwa sampai sekarang belum ada niatan untuk kesana sebab partai yang dipimpinnya saat ini lebih fokus ke legislatif.
Selain itu, jika mempertimbangkan undang-undang yang berlaku, memang belum diperbolehkan juga untuk mengikuti Pilpres karena tidak memungkinkan untuk memenuhi syarat ambang batas 20 persen kursi di DPR RI.
Disamping hal tersebut, Tommy juga menyebutkan bahwa para kader masih harus bekerja keras untuk partai agar dapat mengembangkan sayap lebih lebar lagi. Minimal dengan target 500 relawan setiap DPD harus bisa terlaksana.
Dari jumlah tersebut, jika terbentuk, maka 500 relawan tersebut akan ditugaskan untuk membawa setidaknya 70 orang untuk menjadi kader baru Partai Berkarya.
“Ajak mereka untuk ikut berjuang mewujudkan masyarakat NTB yang lebih baik,” tambahnya.
Dia juga menjelaskan bahwa tugas seorang kader Partai Berkarya memang cukup berat apalagi jika mengingat target dua dapil untuk satu kursi di DPR RI. Sebab jika bisa membentuk perwakilan tentu akan lebih memudahkan untuk memajukan NTB.
“Soal pembentukan program ekonomi kerakyatan, kemiskinan akan bisa terjawab setelah ada keterwakilan di parlemen,” ujarnya.
Putra Presiden Kedua RI tersebut juga menegaskan bahwa setiap kader harus bekerja secara all out. “Jangan pernah bertanya apa yang bisa partai lakukan untuk kalian tapi bertanyalan apa yang bisa kalian lakukan untuk partai,”
Selain membicarakan soal kadersisasi dan targetnya dalam Pemilihan Umum di Nusa Tenggara Barat, Tommy juga menyinggung soal kekagumannya terhadap kehebatan NTB. Bukan hanya karena merupakan lumbung pangan nasional, tetapi juga kemampuannya untuk bisa menjadi lumbung pangan dunia apabila dibuat konsep yang jelas.
Alasannya menyebutkan hal tersebut adalah karena kawasan ini memang sudah dikenal secara nasional sebagai salah satu kawasan penghasil jagung, beras dan bahkan bawang putih. Dan yang tidak boleh terlupakan adalah keberadaan ternaknya yang juga terkenal.
“Kenapa tidak? Dagingnya juga bisa dijadikan andalan,” papar Tommy.
Dalam kesempatannya pada acara tersebut, Asisten I Setda NTB H. Agus Patria yang mewakili Gubernur NTB menyampaikan bahwa dirinya salut dengan perjuangan yang dilakukan Soeharto yang merupakan ayah dari Ketum Partai Berkarya ini.
Ia mengungkapkan kesalutannya pada Soeharto dalam hal membangun Indonesia dan melakukan perubahan. Ia menjelaskan bahwa dirinya juga merasakan jasa perjuangan dari Presiden Kedua Indonesia tersebut.
Terkait dengan kegigihan Partai Berkarya dalam berjuang, Ketua DPW Partai Berkarya untuk NTB HL Darmawan yang dalam hal ini diwakili oleh Agus Kamarwan mengaku salut pada konsep Partai Berkarya yang memperjuangkan nasib rakyat.
Ia juga mengatakan bahwa tidak akan mungkin jika ingin melakukan perubahan tanpa bersatu terlebih dahulu.
Selain di Nusa Tenggara Barat, Partai Berkarya juga memperlihatkan kefokusannya pada Pemilihan Legislatif dengan memberikan dukungan pada calon-calon kepala daerah yang akan maju di Pilkada Serentak mendatang.
Salah satunya adalah Pasangan Calon Bupati Sanggau, Yansen Akun Effendy yang didukung oleh Partai Berkarya dalam usahanya memenangkan kursi bupati di Sanggau.
“Baik dari daerah maupun pusat sudah mendukungan pasangan YAS Mantap,” ungkapnya pada Rabu, (2/5/2018).
Yansen juga menegaskan bahwa bukan cuma dukungan berupa formalitas melalui surat saja, tetapi ia berharap jika seluruh pengurus Partai Berkarya di Kabupaten Sanggau ikut serta dalam memenangkan pasangan YAS.
Sebelumnya, partai yang saat ini fokus pada tagar #2019KitaBerkarya tersebut juga sudah menyebut-nyebut bahwa mereka memiliki rencana untuk dapat menembus tiga besar dan bisa dapatkan perolehan kursi di parlemen pada Pemilu mendatang.
Keyakinan tersebut ada apabila Partai Berkarya ini bisa merebut setidaknya tiga kursi di DPRD tingkat Kabupaten/Kota yang ada di seluruh Indonesia.
Saat itu Tommy menyebutkan angka 18 juta suara yang menjadi target perolehan suara untuk tingkat DPRD Kabupaten/Kota. Sebab, dibutuhkan sekitar 12 ribu suara untuk bisa mendapatkan satu kursi di DPR RI.
Dengan target yang tidak main-main tersebut lah, tak heran jika Partai Berkarya ini lebih fokus untuk #2019KitaBerkarya dibanding ikut perang tagar pendukung dan non-pendukung Jokowi.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here