AHY Kandidat Layak dan Unggul

0
143

Jakarta, namalonews.com- Kedai KOPI (Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Opini Publik Indonesia) merilis hasil dari survei terkait soal elektabilitas yang dikehendaki masyarakat terkait nama calon presiden pada pilpres tahun 2019 mendatang. Dalam materi survei tersebut di antaranya tentang kehadiran anak calon mantan presiden keenam Republik Indonesia, Bambang Susilo Yudhoyono, yakni AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dalam kandidat di pilpres 2019.

Vivi Zabkie, Direktur Lembaga Survei Kedai KOPI, dalam keterangannya, “Survei ini sifatnya survei nasional. Ada 34 provinsi yang terdiri dari 1.135 responden dan yang tidak merespon ada 65 responden,” jelasnya pada media Sabtu, 05/05/2018.

Menurutnya, sesuai dengan pertanyaan dalam materi survei, apa yang mereka pikirkan kala mendengar dan mengetahui tentang anak sulung mantan Presiden Indonesia keenam Indonesia tersebut. Pelbagai jawaban muncul. Seperti anak mantan presiden, sebagai figure muda, sebagai mantan prajurit, maupun juga mantan bekas calon gubernur. Dan sisanya menjawab tidak tahu.

Selain itu ada yang menjawab lebih ke fisik yang kharismatik maupun sebagai pribadi yang menarik. Beda lagi dengan keterangan Jansen Sitindoan, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat. Beliau tidak mempermasalahkan pendapat masyarakat yang begitu majemuk dan bahkan heterogen.

“Sebagai kesimpulan akhirnya kalau menurut hemat saya bahwa Agus Hari Murti Yudhoyono, kalau dari hasil survei ini terbukti masih ada ingatan publik dicintai masyarakat,” ujar Jansen. Lebih lanjut Jansen menjelaskan, pada kesempatan ini Agus Harimurti Yudhoyono tidak memanfaatkan nama besar ayahnya sebagai kendaraan politiknya. Namun, AHY harus mempersiapkan diri dan semakin santun turun dalam menyapa seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Dengan kegiatan ataupun safari tersebut, dinilai sebagai tindakan apresiasif kepada masyarakat Indonesia dalam mengikuti dan berperan aktif di kontestasi pilpres tahun mendatang.

Dalam masalah terkait, Lembaga Survei Kedai KOPI juga melakukan survei di sisi Prabowo Subianto sebagai penantang Presiden Joko Wibowo dalam tahun pilpres 2019 mendatang.

Banyak responden yang masih mengingat Bapak Prabowo Subianto sebagai mantan menantu Presiden Soeharto. Namun tidak sedikt juga yang menjawab sebagai anggota kopassus maupun ingat tentang tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998. Namun menurut Vivi, penelitian yang dilakukan oleh lembaganya tersebut memakai metode wawancara tatap muka maupun multi random sampling. Yang mayoritas diikuti oleh lapisan masyarakat yang berusia tujuh belas tahun ke atas maupun sudah menikah.

Survei yang dilakukan Kedai KOPI tersebut, menurut Andre Rosiade, Anggota Badan Komunikasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra bahwa Prabowo sebagai otak di balik Tragedi Trisakti itu salah besar. Karena pelaku penculikan dalam peristiwa tersebut bukan anggota yang dipimpin Prabowo Subianto, Tim Mawar Kopassus.

“Ini sudah diselidiki melalui pansus Trisakti dan pengadilan militer. Di pansus tersebut, pelaku penembakannya adalah polisi. Saya kan ada di lokasi saat itu,” kata Andre pada media.

Ini adalah isu belaka, di tahun politik isu ini itu semacam ini dianggapnya sudah biasa. Goreng menggoreng isu itu sudah biasa.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here