Fadli Zon: Pengerahan Brimob ke Kantor Gerindra, Ilegal

0
357

Jakarta, namalonews.com- Kedatangan  Brigadir Mobil (Brimob) ke kantor Partai Gerindra disinyalir Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon dalam tindak lanjut pembahasannya jauh dari mekanismenya. Dalam keterangannya, beliau  menjelaskan, kalau perlu peristiwa tersebut dilaporkan dulu ke Propam. Lebih rinci lagi karena harusnya peristiwa tersebut di dalam institusi kepolisian diatur mekanismenya secara jelas dan akurat.

“Tidak masalah, kalaupun perlu bisa dilaporkan ke Propam. Karena di institusi kepolisian sendiri diatur mekanismenya. Jadi hal itu bisa diinvestigasi, SOP-nya sesuai dengan apa eksekusinya, siapa yang  instruksikan di belakangnya itu,” ujar Fadli Zon pada media, Minggu,7/05/2018.

Mestinya, dalam keterangannya Fadli Zon menilai kedatangan personil Brimob tersebut disertai dengan surat tugas yang resmi. Di samping itu Fadli Zon juga menyampaikan bahwa penyampaian surat pengerahan massa yang berlogo Partai Gerindra tersebut sudah dibantahnya dan dianggaphnya berita hoax semata.

Namun demikian beliau tidak menjadikan masalah ada pengerahan massa berkostum tagar tersebut. Lebih jelasnya, siapa pun yang memakai kostum bertagar tersebut. Karena kaos itu merupakan hak setiap warga Negara untuk berekspresi dan bukan merupakan hal untuk ditabukan.

“Itu murni berangkat dari bawah. Kalaupun ada partai politik yang bersikap sama juga tidak masalah. Kami yang termasuk pendukung seratus persen. Hal ini karena Partai Gerindra berharap pilpres tahun 2019 ya mestinya harus ganti presiden. Kalau tidak negeri ini bakal kacau. Berkaos bukan kegiatan politik, tidak sebut namanya, tidak juga kampanye namanya. Kalau kampanye kan ada aturannya, pakai kaos apa? Kok takut sama kaos?” tegasnya lebih detail.

Pada kesempatan tersebut, pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani juga terlihat kompak dengan Fadli Zon berkostum terkait. Dalam keterangannya kepada media, Ahmad Dhani, menjelaskan dalam kegiatan atau acara Car Free Day itu bukan demo. Jadi tidak perlu mendapatkan semacam surat izin untuk melakukannya.

Sebagaimana diketahui, pada kesempatan tersebut, kedatangan rombongan Fadli Zon ke Jalan Durian Semarang pukul 20.00 WIB pada Minggu,06/05/2018. Rombongan mereka langsung menerobos masuk ke ruangan kantor tanpa menemui awak media. Baru beberapa menit Fadli Zon menemui Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid, Sriyanto Saputro Sekretaris DPD Gerindra, serta Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Semarang, Sigit Ibnugroho.

Lebih lanjut dalam jumpa pers, Fadli Zon mengatakan bahwa tujuannya untuk mengkonfirmasi terkait kedatangan personil Brimob ke kantornya. Jika kedatangannya sesuai prosedur, mestinya disertai surat tugas. Sehingga ia menilai kedatangan Brimob ke kantor Gerindra merupakan kegiatan ilegal.

“Kita harus usut siapa yang berada di belakang operasi patroli ilegal ini kepada parpol terutama Gerindra,” tandasnya. Bahkan ia akan membawa permasalahan tersebut ke rapat DPR RI. Disinggung permintaan maaf Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerindra Kota Semarang dianggapnya masalah pribadi, bukan instisuti.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here