Gerakan ‘GantiPresiden’ Ubah Nasib Indonesia

0
126

Jakarta, namalonews.com- Gerakan penolakan terhadap gerakan GantiPresiden yang dilakukan masyarakat depan pintu masuk Monumen Nasional dibenarkan oleh Ketua Relawan Jokowi Mania, Immanuele Ebeneser kemarin. Peristiwa deklarasi penolakan tersebut hanya dihadiri  ratusan orang.

Hal ini disinyalir karena minat masyarakat pada kegiatan tersebut kurang. Karena disebabkan dampak yang akan timbul setelah tindakan yang mereka lakukan di car free day beberapa waktu lalu. Lebih lanjut beliau menerangkan ini adalah imbas dari persekusi atas ibu dan anak  yang terjadi kemarin.

Dalam keterangannya Immanuel menegaskan bahwa tagar GantiPresiden hanya besar di dalam media sosial saja. Terkait pernyataan ini, relawan dari presiden Joko Widodo akan membuktikan dukungannya bukan hanya dari media sosial, namun lebih dari itu dari dunia nyata.

“Ya kami selalu siap tarung di dunia nyata juga,” terangnya pada media.

Seperti berita yang telah beredar, gerakan tagar GantiPresiden sudah dideklarasi. Dalam pendeklarasian tersebut kurang lebih diikuti oleh sekitar 500 orang yang hadir. Selain itu, gerakan tersebut juga dihadiri oleh Penggagas Gerakan maupun Mardani Ali Sera. Dalam acara tersebut juga diisi dengan pembacaan rencana-rencana dan juga aspirasi tentang gerakan GantiPresiden 2019.

Menanggapi masalah terkait, keterangan yang disampaikan oleh Immanuel relawan Joko Widodo juga sedang mempersiapkan diri mengadakan gerakan yang juga akbar. Gerakan tersebut dinamakan Gerakan TetapJokowi2019. Namun gerakan tersebut tidak akan dideklarasikan di tempat umum. Misalnya seperti area car ree day.

Tentunya relawan akan mencari tempat yang terbuka dalam rangka pendeklarasiannya namun tidak harus mengorbankan kepentingan orang banyak maupun mengganggu ketertiban umum. Karena semua ada aturan mainnya.

Namun beda dengan yang satu ini, Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera, mempertanyakan utang pemerintah saat acara pendeklarasian gerakan GantiPresiden2019 tersebut. “Kita boleh bangga bisa bangun infrastruktur, tapi mayoritas banyak dari hutang. Dan yang menjadi masalah, hutangnya itu nantinya bisa terbayar atau tidak?” ujarmya di Jakarta, Minggu, 06/05/2018.

Sekitar lima ratus pendukung bersorak mendukung Mardani setelah sesaat menguraikan aspirasinya dalam gerakan GantiPresiden2019. Saling sahut massa berteriak menggemakan jargon Mardani tersebut. Mereka ramai riuh sembari mengangkat tangan mengacungkan jari kelingking juga jempolnya.

“Kita ingin melakukan pendidikan politik. Kenapa? Cukup sudah pencitraan, cukup sudah pembohongan, cukup sudah upaya membodohi masyarakat. Masyarakat disuruh ternak kalajengking. Apa itu cerdas? Masyarakat disuruh masuk gorong-gorong. Apa itu cerdas? 2019GantiPresiden,” kata Mardani.

Gerakan GantiPresiden2019 sudah bulat mereka perjuangkan. Dengan terkabulnya gerakan tersebut maka Indonesia ke depannya makin sejahtera serta penentuan nasibnya sendiri tanpa lebih banyak campur tangan asing.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here