Janji Jokowi Tentang UN Tidak Ditepati

0
4496

Jakarta, namalonews.com- Ketika masih menjadi calon presiden, Joko Widodo (Jokowi)  membuat  sejumlah janji di hadapan massa, pendukungnya, atau ketika kampanye. Salah satu janjinya adalah perihal Ujian Nasional (UN). Pada waktu itu calon presiden Jokowi bertekad membuat terobosan di dunia pendidikan apabila terpilih menjadi presiden. Salah satunya adalah dengan menghapuskan UN di tingkat SD dan SMP.

“Menurut saya UN untuk SD dan SMP lebih baik tidak ada,” kata Jokowi saat menghadiri Lokakarya Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Guru di Hermes Palace Polonia Medan, Selasa (10/6/2014).

Sejumlah praktisi  pendidikan mengomentari  janji terebut.

“Pasti dukung dia, dan guru dukung dia,” kata Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti, waktu itu, Rabu (11/6/2014).

Retno menilai bahwa para pelajar yang rata-rata masih remaja juga banyak mengeluhkan soal pelaksanaan UN.

“Tengok saja di media sosial, mereka banyak yang berkicau menyuarakan penolakannya,” jelas Retno.

“Secara masif dan sistematik mereka melihat kecurangan dan kecurangan. Jadi, kalau ingin mendapat nilai yang tinggi mesti mendapat bocoran. Anak yang pintar dan rajin bisa mendapatkan nilai yang biasa-biasa saja karena jujur. Akan tetapi, anak yang malas bisa bagus karena mendapat bocoran,” urainya.

Lebih lanjut, Retno menantang Jokowi untuk menghapus UN. Menurutnya, penghapusan UN ini akan sejalan dengan revolusi mental yang disampaikan Jokowi. UN selama ini,  dalam pandangan Retno, hanya membuat murid dan guru ada yang terpaksa berbuat curang

“Generasi muda kita melihat sebuah sistem pendidikan yang boleh curang agar lulus. Ini membahayakan,” tegas dia lagi.

Hasil UN berpengaruh pada kualitas sekolah dan juga kualitas pendidikan di suatu daerah. “Karena itu ada juga guru yang terpaksa memberi bocoran agar kualitas sekolahnya ikut naik,” tutupnya.

Bagaimana kenyataannya? Ternyata tahun 2018  ini UN tetap digelar.

UN tetap dilaksanakan, baik untuk SD, SMP, dan SMA. Bahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat soal Ujian Nasional pada 2018 tidak hanya soal-soal pilihan ganda, tetapi juga dengan soal esai. Faktanya, UN SD, SMP, dan SMA baru saja usai, yakni sejak bulan April hingga awal Mei 2018 tahun ini. Mana janji itu?

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here