PAN Putuskan Capresnya Saat Rakernas

0
203

Jakarta, namalonews.com- Tahun 2018 ini disebut tahun politik karena salah satunya adalah akan ada pergelaran pemilihan presiden dan wakil presiden pada tahun 2019 mendatang. Persiapan menuju pemilihan presiden dan wakil presiden tersebut sudah dimulai jauh-jauh hari sejak tahun 2018 ini. Hingga kini untuk sementara baru muncul dua nama bakal calon presiden, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

Bakal calon presiden Jokowi secara resmi didukung oleh delapan partai, yakni Partai NasDem, Partai Hanura, Partai Golkar, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Perindo, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Sementara itu, bakal calon presiden Prabowo Subianto, didukung oleh Partai Gerindra dan PKS. Partai-partai lain belum memberikan dukungan kepada dua bakal calon presiden tersebut, termasuk PAN yang selama ini lebih dekat dengan Gerindra dan PKS dalam beberapa pilkada.

Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai menengah, belum menentukan calon presiden yang akan diusung dalam pemilihan presiden 2019. PAN dengan pemilih 9,5 juta suara cukup menetukan dalam pemilihan presiden.

Wakil Ketua Umum PAN, Taufik Kurniawan, yang juga wakil ketua DPR, mengatakan bahwa calon presiden yang akan diusung partainya diputuskan dalam forum rapat kerja nasional (Rakernas). Rakernas PAN akan digelar pada bulan Juni mendatang.

“Kita tunggu saja. Pak Prabowo baik, Pak Jokowi baik. PAN juga partai reformis. Jangan sampai ada perpecahan. Ini biasa. Finalnya di peserta rakernas,” kata Taufik di Jakarta, belum lama ini pada media.

PAN, kata Taufik, akan mendengarkan seluruh aspirasi kader dalam forum rakernas.

Taufik mengingatkan bahwa keputusan PAN selalu mengikuti mekanisme partai. Termasuk koalisi dalam Pilpres 2019 dan pihaknya sedang melakukan kajian mengenai arah koalisi dan capres 2019.

Seluruh pengurus, tambah Taufik, dalam forum rakernas memiliki hak yang sama dalam memutuskan PAN berlabuh ke koalisi di Pilpres 2019.

Selain itu, kata Taufik, PAN memiliki tokoh nasional yang sekaligus pendiri partai, yakni Amien Rais yang pendapatnya selalu didengar. Sebagai tokoh nasional, Amien Rais pernah menjadi ketua MPR, periode 1999 – 2004.

“Ingat Pak Amien itu pendiri partai. Jadi, saya berharap semua tetap dalam koridor kita memberi ruang kepada kader dalam mekanisme partai di rakernas. Di sisi lain, kita mendengarkan ketua umum,”  tambah Taufik.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here