Penambahan Cuti Bersama Opsional Untuk Sektor Swasta

0
141

Jakarta, namalonews.com- Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri tetap bertambah 3 hari berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri yang sudah ditetapkan pada 18 April lalu. Namun, penambahan cuti bersama pada 11,12, dan 20 Juni 2018 tidak diwajibkan bagi sektor swasta.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani menyebut cuti bersama bergantung pada kesepakatan antara karyawan atau buruh dan pihak pengusaha. Kedua pihak bisa menyiasati kebijakan cuti bersama ditambah 3 hari.

Surat Keputusan Bersama 3 menteri, lanjut Maharani, tetap sesuai dengan yang tertulis dalam surat tersebut. Dalam surat tersebut, Cuti bersama diadakan selama 7 hari ditambah 3 hari lagi sehingga menjadi 10 hari libur lebaran pada 2018.

Namun, pemerintah menjamin dunia usaha tetap beroperasi karena mendapat dukungan pelayanan dari berbagai sektor. Di antaranya perbankan, transportasi, urusan ekspor-impor, imigrasi, dan bea cukai.

Pemerintah juga memastikan kepentingan masyarakat luas tetap berjalan seperti biasa. Misalnya, Rumah sakit, telekomunikasi, listrik, air minum, pemadam kebakaran, keamanan, ketertiban, perbankan, imigrasi, bea cukai dan perhubungan.

Untuk pemerintahan, setiap kementerian atau lembaga tetap menjamin untuk menugaskan para pegawai pada 3 hari tambahan cuti bersama itu. Mereka akan tetap melayani masyarakat seperti biasa. Untuk waktu cutinya akan diganti pada hari lainnya.

Sedangkan, transaksi pasar modal dan bursa akan dibuka lagi pada 20 Juni 2018. Karena, “ketentuan pelayanan perbankan akan diatur oleh Bank Indonesia,” jelas Maharani.

Kementerian perhubungan juga akan gandeng semua pemangku kepentingan pelabuhan untuk bekerja sama demi melayani kegiatan pelabuhan selama cuti bersama lebaran.

4 Menteri Koordinator juga akan mengeluarkan surat instruksi kepada kementerian atau lembaga terkait untuk melaksanakan penugasan pelayanan publik dan pengaturan pegawai di kementerian bersangkutan. Setiap kementerian diminta untuk mengeluarkan surat instruksi sendiri.

Sebelumnya, kebijakan pemerintah menambah cuti bersama ini mendapat respons dari kalangan dunia usaha dan industri. Kebijakan tersebut dianggap akan berdampak pada kerugian ekonomi karena berkurangnya produktivitas.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here