Amien Rais: Pemimpin Sontoloyo Tak Pikirkan Rakyat

0
2291

Jakarta, namalonews.com- Amien Rais menanggapi dengan keras pernyataan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan terkait dukungannya terhadap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Ikandar (Cak Imin) untuk menjadi calon wakil presiden dari Joko Widodo tahun pilpres 2019.

Dianggapnya, itu hanya isapan jempol. Dukungan pasangan Jokowi-Cak Imin itu hanya isapan jempol semata. Jadi kalau sampai ada kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendukung Jokowi diperlukan KLB. Namun semoga saja tidak ada,” terangnya di kala usai memberi Pengajian Menjelang Ramadhon (Pajero) di Banjarnegara, Minggu, 06/05/2018 pada media. Bahkan para kader partai yang bergambar matahari tersebut juga menghendaki kalau ada pembaharuan presidennya.

“PAN ingin Joko Widodo satu periode dan mengganti yang lebih bagus. Alasannya karena janji-janji Joko Widodo tidak ditepati, nawacita menjadi nawasengsara?” ujarnya.

Lebih lanjut, Amien Rais mengajak Joko Widodo untuk bersaing secara ksatria pada tahun pemilihan presiden 2019 mendatang. Dengan demikian dianggapnya, siapa pun yang nanti menang akan merasa puas. Karena dalam pelaksanaannya secara bersih, terbuka, dan tanpa sedikit pun ada politik uang yang dipermainkan.

“Jadi saya mengajak Pak Jokowi untuk bersaing secara ksatria dan gentleman pada pemilihan presiden tahun 2019 mendatang,” ujar Amien Rais.

Lebih lanjut saat disinggung tausiah di masjid, Amien Rais mengaku tidak sependapat jikalau ada larangan berbicara politik di kutbah ataupun pengajian. Umat islam harus berbicara termasuk saat pengajian. Islam itu agama dunia bukan akhirat, dan akhirat itu hasil memetik dari dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Amien Rais juga menjelaskan pemimpin yang tidak memikirkan rakyat namun menjadi agen asing adalah pemimpin sontoloyo.

“Bung Karno dulu mengatakan kalau ada pemimpin yang tidak memikirkan rakyatnya malah menjadi agen kekuatan tenaga asing itu pemimpin sontoloyo. Jadi kan yang sontoloyo itu siapa,” terang Amien Rais kepada media, Minggu 06/05/2018, di Banjarnegara.

Disinyalir, Amien Rais menilai terhadap pemimpin saat ini tidak bisa menunjukkan keberhasilannya. Pemimpinnya hanya janji-janji. ”Katanya akan menambah 10 juta tenaga kerja bangsa sendiri ini malah mempermudah tenaga asing. Katanya akan berhenti berhutang eh hutangnya nyundul 4.000 triliun. Belum lagi janji tidak akan impor pangan sekarang impor beras sudah tidak ketulungan lagi. Sehingga petani tidak bisa menikmati hasilnya,” terang Amien Rais.

Dalam menyikapi hal ini, Amien Rais mengingatkan kepada warga Muhammadiyah untuk memilih pemimpin yang baru yang segar, yang cinta rakyat juga paham agama islam, serta paham Pancasila dan Undang-Undang Dasar.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here