Kedatangan Brimob ke Kantor Gerindra, Di mana Netralitas Polri atau Intimidasi?

0
613

Jakarta, namalonews.com- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono diminta pihak Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono segera dicopot dari jabatannya. Namun, prosedur pencopotan Kapolda menjadi wewenang kepala Kepolisain Republik Indonesia (Kapolri).

“Masalah itu menjadi wewenang dari dia. Yang mencopot dan menggantikan Kapolda itu ya Kapolri,” terang Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada media, Minggu, 06/05/2019. Lebih lanjut, Setyo Wasisto menerangkan bahwa Kapolri itu tidak bisa ditekan oleh siapa pun.

Setyo menyatakan Kapolri tak bisa ditekan dalam pergantian Kapolda. Menurutnya Arief tak bisa melakukan apa pun dalam hal ini. Ada regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah terkait hal tersebut. ”Tidak bisa apa-apa dengan penekanannya itu,”ucapnya.

Lebih rinci lagi tentang kedatangan Brimob di kantor Gerindra Jawa Tengah beberapa waktu lalu sebagai rangkaian kegiatan patroli. Dan hal itu sering dilakukan institusinya terhadap bukan hanya Partai Gerindra saja. Seperti Kantor Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, kantor Partai Demokrat, dan beberapa kantor yang terlibat kegiatan dalam pilkada tahun 2018 tak luput juga disambanginya.

“Bukan hanya oleh Brimob, tapi oleh pasukan gabungan. Semua dijangkau patroli. Kantor Demokrat, Kantor PDIP, Kantor KPU, maupun Kantor Bawaslu,” terang Setyo. Dalam patroli tersebut, tambah Setyo, tak ada satu pun anggotanya yang menanyakan ada atau tidaknya kaos bergambar tagar GantiPresiden2019.

Kecuali petugas patroli hanya menanyakan adakah hal-hal yang menonjol yang perlu dilaporkan. Karena disinyalir hal tersebut dapat memicu tindakan pidana maupun melawan hukum mengingat sekarang lagi memasuki tahun politik.

“Sudah, sudah dikonfirmasi ke semua anggota dan tidak ada yang perlu dilaporkan. Termasuk kelompok gerakan yang berkaos GantiPresoden 2019.” imbuh Setyo.

Saat ditanya media tentang anggota yang membawa senjata, beliau menerangkan hal itu biasa. Membawa senjata waktu patroli merupakan kegiatan yang rutin dan sesuai prosedur. “Kalau pakai senjata ya namanya polisi, bawa senjata itu biasa,” sambung Setyo.

Sebagaimana kita ketahui sebelumnya bahwa kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra di Jalan Kanguru Raya Semarang Jawa Tengah didatangi Brimob Polda Jateng. Terkait hal tersebut, Arief meminta pada Jenderal Tito Karnavian untuk segera memecat Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono. “Kapolda Jawa Tengah harus dipecat. Harus dipecat sama Pak Kapolri, Pak Tito,” ujar Arief di Jakarta kemarin.

Terkait informasi tersebut, Arief lebih lanjut mengatakan kedatangan Brimob ke kantor Gerindra tersebut merupakan sebuah intimidasi. Sehingga timbul keraguan tentang kenetralan Polri yang selama ini digembar-gemborkan.

Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra menyatakan keberatannya atas insiden yang terjadi. Perlu penjelasan lebih lanjut agar tidak menimbulkan kecurigaan maupun intimidasi.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here