Prasetyo Edi Marsudi Dipolisikan soal Dugaan Penipuan Rp 3,2 M

0
208

Jakarta, namalonews.com- Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi kesandung kasus. Ia dilaporkan ke polisi oleh mantan Sekda Provinsi Riau berinisial ZI terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 3,2 miliar. Uang tersebut diberikan kepada Prasetyo karena diduga menjanjikan jabatan Plt Gubernur Riau kepada ZI.

Laporan ini tertuang dengan nomor LP/2369/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 30 April 2018. Perkara yang dilaporkan adalah dugaan penipuan dan penggelapan dengan pasal 378 dan 372 KUHP. Sebelumnya Zl lebih dahulu melayangkan somasi kepada Prasetyo. Namun somasi tersebut tak mendapat respons.

Prasetyo mengaku tidak pernah mengenal ZI, yang melaporkan dirinya ke Polda Metro Jaya. Dia juga menegaskan tidak pernah ada urusan dengan persoalan yang terjadi di Pemerintah Provinsi Riau.

“Saya tidak pernah kenal si pelapor dan tak pernah ada urusan dengan Riau,” kata Prasetyo kepada wartawan, Senin (7/5/2018).

Prasetyo menilai mantan Sekda Provinsi Riau tersebut hanya mencari perhatian. “Saya anggap ini orang yang cari perhatian,” katanya.

“Saya nggak ngerti dari mana tudingan penggelapan tersebut. Intinya, saya tidak pernah kenal dengan orang ini,” kata Prasetyo terkait penggelapan uang Rp 3,2 miliar.

Menghadapi kasus ini Prasetyo sudah menunjuk kuasa hukumnya. “Masalah hukum, saya sudah serahkan ke pengacara saya, Saudara Ronny Talapessy SH,” katanya.

Menurut informasi, awalnya Zl dijanjikan menjadi Plt Gubernur Riau karena Gubernur definitif saat itu ditangkap KPK. Prasetyo kemudian menjanjikan jabatan tersebut karena mengaku dekat dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun kenyataannya, ZI justru tak menjadi Plt Gubernur, malah dicopot dari Sekda Provinsi Riau.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here