212 The Power Of Love Terinspirasi dari Aksi Bela Islam

0
453

Jakarta, namalonews.com- Terinspirasi dari aksi Bela Islam 212 beberapa waktu lalu. Kini hadir sebuah tayangan bioskop berjudul 212 The Power of Love yang disutradarai Jastis Arimba. Dalam acara preview film di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/5/2018), tampak hadir Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan Fadli Zon. Juga hadir penyanyi Syahrini yang juga pernah ikut dalam aksi bela islam 212.

Prabowo menyaksikan 212 The Power of Love bersama para pendukung film tersebut. Diantaranya Fauzi Baadila, Adhin Abdul Hakim, berikut produsernya seperti Oki Setiana Dewi dan Asma Nadia.

Usai menonton, Prabowo pun mengungkapkan kesannya bahwa film karya sutradara Jastis Arimba tersebut merupakan film humanis dan konfliknya antara orangtua dan anak. “Yang mengharukan adalah penulis skenario, sutradara, dan aktornya mampu untuk menyampaikan suatu cerita singkat yang mengharukan,” demikian katanya.

Sementara itu menurut Eksekutif Produser film 212 The Power Of Love, Oki Setiana Dewi, film ini tidak memiliki kepentingan politik. “Kami tidak ingin ada kepentingan politik apapun dalam film ini. Kami tidak ingin mendeskreditkan siapapun. Yang kami ingin sampaikan adalah the power of love,” katanya.

Dalam penuturannya, Oki pernah menolak pihak yang memiliki kepentingan untuk membiayai film yang dilatarbelakangi peristiwa longmarch 212 itu. “Jadi saya dan teman-temanlah yang urunan untuk mewujudkan film ini. Kami telah memutuskan tidak ada kepentingan politik apapun di dalamnya,” imbuhnya.

Kata Oki, kendala dalam produksi film ini adalah masalah pendanaan. Tidak ada orang yang mau mensponsori film ini karena sudah takut duluan dengan 212. Ada yang mau mendanai tapi memiliki kepentingan tertentu.

Film 212 The Power Of Love menceritakan kisah hubungan seorang bapak dan anak yang berkonflik, kemudian mereka bisa harmonis kembali dalam peristiwa 212. Alkisah, Rahmat, jurnalis di Majalah Republik, harus pulang ke Ciamis setelah 10 tahun, karena ibunya meninggal.

Saat bermaksud kembali ke Ibukota, ia mendapat informasi bahwa ayahnya, Ki Zainal, akan melakukan longmarch bersama para santri untuk mengikuti aksi pada tanggal 2 Desember 2016. Rahmat kemudian berupaya menggagalkan niat ayahnya, karena khawatir aksi tersebut akan memicu kerusuhan serta menimbulkan korban jiwa seperti peristiwa aksi 98. Keduanya pun terlibat dalam konflik keluarga.

Bagaimana kisah antara ayah dan anak ini selanjutnya ? Saksikan penayangannya di bioskop pada hari ini  9 Mei 2018.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here